Scroll untuk baca artikel
Edukasi

Krisis Akhlak, Memahami Tujuan Pendidikan Menurut Imam Al-Ghazali

Redaksi
×

Krisis Akhlak, Memahami Tujuan Pendidikan Menurut Imam Al-Ghazali

Sebarkan artikel ini

Barisan.co – Persoalan mendasar masyarakat saat ini salah satunya mentalitas atau krisis akhlak. Perilaku koruptif, belum mampu menerima keberagaman dan keberagamaan. Hal ini dapat menimbulkan perpecahan dan bahkan saling klaim kebenaran. Dampak besar bagi bangsa Indonesia tentu, akan banyak terjadi kerusuhan.

Point mendasar bagi bangsa yang menganut prinsip Pancasila ini yakni tentang keadilan sosial. Jika keadilan sosial mampu ditegakkan, tentu akan lebih baik. Salah satu bentuk keadilan di bidang pendidikan yakni pemerataan fasilitas dan sarana prasarana sekolahan di setiap daerah.

Karena sekolah merupakan bagian dari lingkungan pendidikan yang diharapkan mampu memperbaiki krisis akhlah. Selain itu pendidikan sebagai upaya untuk mencerdaskan. Maka pendidikan sebagai suatu pranata sosial yang membahas hakekat keberadaan manusia melalui eksistensinya.

Pendidikan tidak hanya sekadar diartikan sebagai transfer of knowledge ataupun hanya sebagai transfer of training. Melainkan menjadi tata sistem membangun moralitas dan akhlak.

Maka kajian tentang filsafat pendidikan berkait manusia. Obyek tingkah laku manusia menjadi dasar. Pada dasarnya manusia lupa tujuan pendidikan itu sendiri, apalagi tujuan mendasar sebagai khalifah di muka bumi.

Setidaknya kita dapat belajar dari tokoh tasawuf yakni Imam Al-Ghazali. Pemilik nama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali. Al-Ghazali salah satu tokoh islam yang mengkaji filsafat pendidikan Islam. Namun ia berpandangan pada filsafat empiris.

Pandangan ini menekankan pentingnya pendidikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak didik. Menurut Al-Ghazali seorang anak tergantung kepada orang tuanya dalam mendidiknya.

Seorang anak hatinya bersih, murni, laksana permata yang amat berharga, sederhana dan bersih dari gambaran apapun. Jika anak menerima ajaran dan kebiasaan perbuatan buruk dan jahat, maka ia akan berakhlak jelek.

Sedangakan tujuan pendidikan menurut Al-Ghazali dibagi menjadi dua yakni, Pertama, tujuan pendidikan jangka pendek yakni diraihnya profesi manusia sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

Syarat untuk mencapai tujuan tersebut, peserta didik harus memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai dengan bakatnya. Melalui tujuan jangka pendek diharapkan terwujudnya kemampuan manusia untuk melaksanakan tugas-tugas keduniaan dengan baik.

Bahkan Al-Ghazali menyinggung masalah pangkat, kedudukan, kemegahan, dan kemuliaan dunia secara naluri. Semua itu bukan menjadi tujuan dasar seseorang yang melibatkan diri dalam dunia pendidikan.

Kedua, tujuan pendidikan jangka panjang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Bukan sekadar mencari kedudukan, kemegahan atau mendapatkan jabatan untuk mendapatkan nilai-nilai material baik itu uang maupun harta benda.

Tujuan pendidikan menurut Al-Ghazali perlu ditekankan di ranah bidang pendidikan. Sehingga diharapkan krisis akhlak, diawali belum mamahami identitas manusia sehingga tidak tahu tujuan ia diciptakan.

Penulis: Lukni