Kesehatan

Masalah Dalam Pemberian Makanan Pendamping (MP) ASI

Alfin Hidayat
×

Masalah Dalam Pemberian Makanan Pendamping (MP) ASI

Sebarkan artikel ini
Makanan Pendamping ASI
Photo by Henley Design Studio on pexels.com

Pemberian Makanan Pendamping (MP) ASI terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi Ibunda. Masalah sering dijumpai seperti buah hati kita mengadakan gerakan tutup mulut’, penyapihan terlalu dini, pengenalan terlambat, atau jenis MP ASI kurang seimbang. Berbagai upaya perlu kita berikan supaya buah hati kita kembali tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.

Jangka panjang gerakan tutup mulut tentu saja dapat mengganggu peningkatan berat badan sang buah hati. Hal ini disebabkan karena jumlah kalori yang diberikan menjadi tidak sesuai dengan kebutuhan untuk tumbuh. Dalam kasus ini, penulis mengingatkan, bahwa ibunda tidak boleh kalah atau menyerah dan jangan sampai memberikan cemilan di saat jam makan utama.

Penyapihan terlalu dini atau kurang optimal seperti contoh, memberi pisang lumat sebelum usia 6 bulan (walaupun pemberian pisang lumat juga merupakan jenis makanan yang kurang optimal jika diberikan tunggal) dapat meningkatkan resiko volvulus (usus yang terpelintir) ataupun ileus obstruktif (sumbatan di usus). Sehingga pembedahan menjadi penyelesaian masalah ini.

Penyapihan yang terlambat seperti masih memberikan bubur lembek pada anak usia diatas 12 bulan dapat memberikan masalah tersendiri walaupun pada beberapa kasus berat badan anak masih dapat terjaga baik, tetapi konsekuensi jangka panjang dapat mengakibatkan kemampuan lidah tidak berkembang dengan baik.

MP ASI yang tidak seimbang sering kita jumpai pada ibunda yang minim informasi kesehatan sehingga memberikan pola makan terlalu banyak sayur dan minim protein (daging). Ketidak seimbangan ini tentu saja berdampak berat badan susah naik.

Cara mengatasi

Terapkan feeding rule pada keseharian untuk mengatasi problem diatas :

  1. Berikan jam makan yang disiplin
  2. Puasa 2 jam sebelum dan 2 jam sesudah makan utama
  3. Durasi makan 20 – 30 menit, jika dirasa makanan yang dikonsumsi sedikit, tetap hentikan proses makan
  4. Makan di meja makan, dilarang dibawa keliling rumah
  5. Berikan pujian yang tidak berlebihan
  6. Tidak memberikan makanan sebagai hadiah dari sebuah keberhasilan kegiatan
  7. Ajarkan rasa lapar dan ajarkan rasa kenyang
  8. Jauhkan dari mainan dan gadget
  9. Istirahat sejenak satu kali, jika anak memberontak dalam proses makan
  10. Arahkan anak untuk tidak terlalu heboh memainkan makanan atau alat makan saat jam makan. berikan jam main di luar jam makan.
dr. Pandih, Sp.A, RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *