Ekonomi

Mengenal Blockchain Sebagai Teknologi Cryptocurrency

Riski Riadi
×

Mengenal Blockchain Sebagai Teknologi Cryptocurrency

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: authena.io.

BARISAN.COBlockchain adalah teknologi inti di berbagai ribuan cryptocurrency yang memiliki potensi tinggi di luar mata uang digital.

Teknologi blockchain mungkin menjadi salah satu inovasi yang paling populer pada abad ke-21.

Blockchain dikembangkan untuk mendukung berbagai produk cryptocurrency, NFT, dan juga bekerja sebagai pengembang untuk mengintegrasikan teknologi dengan berbagai bidang seperti bisnis, seni, dan keuangan.

Pada artikel ini kita akan membahas tentang definisi blockchain, cara kerja blockchain, dan keunggulan blockchain.

Definisi

Blockchain merupakan suatu catatan data atau buku besar digital yang dikelola oleh suatu kelompok jaringan komputer yang tidak dimiliki oleh pihak manapun, dan juga sangat sulit untuk diretas oleh pihak lain.

Teknologi ini menawarkan suatu cara yang aman bagi para individu untuk berhubungan satu dengan yang lainnya, tanpa kehadiran pihak ketiga seperti bank, pemerintah, atau pihak ketiga lainnya.

Catatan data yang berkembang disebut sebagai blok data. Blok data tersebut diikat dan diamanankan satu sama lainnya dengan menggunakan prinsip kriptografi.

Setiap transaksi yang terjadi diverifikasi secara independen melalui jaringan komputer peer-to-peer, yang kemudian diberi stempel waktu serta akan menambah rantai data yang ada. Rantai data yang telah melalui proses pemerekaman, tidak akan dapat diubah.

Peningkatan kepopuleran penggunaan Ethereum, Bitcoin, dan cryptocurrency lainnya, juga meningkatkan kemampuan teknologi blockchain untuk berkembang pada sektor lainnya. Teknologi blockchain juga berbagai aplikasi menjanjikan untuk penjualan properti, kontrak hukum, dan berbagai industri lainnya yang memerlukan catatan serangkaian transaksi.

Cara Kerja Blockchain

Blockchain memiliki cara kerja yang berbeda dengan teknologi lainnya. Berikut ini cara kerja blockchain, dengan mengambil contoh sistem existing pada Bitcoin:

  • Suatu transaksi jual beli Bicoin dicatat dan ditransimisikan ke suatu jaringan komputer, yang dikenal sebagai node.
  • Ribuan jaringan node bersaing untuk mengkonfirmasi transaksi menggunakan algoritma komputer, atau lebih dikenal sebutan mining (penambangan).
  • Penambangan dikatakan berhasil bila blok-blok baru terselesaikan. Akan ada imbalan berupa kombinasi Bitcoin.
  • Setelah transaksi dikonfirmasi secara kriptografis, penjualan akan ditambahkan ke blok baru pada buku besar digital yang akan didistribusikan ke berbagai jaringan komputer.
  • Blok tersebut akan secara permanen dirantai dengan semua blok data transaksi Bitcoin sebelumnya, menggunakan hash.
  • Transaksi terverifikasi, yang akan ditandai dengan penambahan Bitcoin pada wallet pembeli.
Keunggulan Blockchain
  • Efisiensi. Blockchain tidak dikendalikan oleh lembaga pemerintah atau pihak lainnya. Hal ini akan mengurangi jumlah perantara, sehingga akan mengurangi biaya terkait pihak ketiga.
  • Transparansi. Seluruh transaksi di blockchain akan tercatat di seluruh jaringan komputer. Transaksi tersebut sepenuhnya transparan, sebab riwayat wallet dapat dilihat secara publik, namun pemilik wallet tersebut tetap bersifat anonim.
  • Proteksi Keamanan. Blockchain menawarkan transaksi yang melibatkan sedikit interaksi manusia, sehingga kemungkinan “human error” juga akan menurun. Seluruh transaksi juga harus melalui proses konfirmasi dan pencatatan oleh sebagai besar node jaringan, yang akan membuatnya semakin sulit untuk dilakukan proses peretasan.
  • Audit data yang lebih baik. Setiap orang dapat melihat serta melakukan pelacakan data transaksi, sehingga memungkinkan untuk mengetahui seluk beluk suatu aset. Dengan demikian, tidak ada potensi penggelapan dana korupsi, sebab data bersifat publik, immutable, dan append only.
Penutup

Pada saat ini, belum banyak perusahaan di Indonesia yang mengadopsi teknologi blockchain.

Performa berbagai cryptocurrency juga masih memiliki tingkat volatilitas yang tinggi, dan infrastruktur yang belum memadai.

Meski begitu, tak menutup kemungkinan lambat laun banyak perusahaan atau lembaga Indonesia mengadopsi teknologi blockchain. Hal ini tergantung pada keberhasilan cryptocurrency untuk semakin diterima oleh berbagai pihak di Indonesia. [dmr]