Blom menyebut jika laporan lain memiliki delusi serupa mengenai perubahan penampilan mereka seperti melihat kepala serigala kala bercermin, tulang-tulang tubuhnya telah digantikan oleh tulang tulang babi, dan merasakan cakar tumbuh di kakinya.
Blom menambahkan jika psikiater hari ini dapat menggunakan electroencephalogram (EEG) atau teknik pencitraan otak lainnya untuk mencari kelainan di area otak yang memunculkan skema tubuh dan rasa diri.
“Namun, karena lycantrophy klinis cenderung terjadi bersama dengan gangguan kejiwaan utama lainnya seperti skizofrenia, depresi psikotik, atau gangguan bipolar, cara terbaik adalah mengobati gangguan yang mendasarinya,” pungkas Blom. (YSN)





