Mengurangi Jam Menonton Televisi, Berikan Panjang Umur

  • Whatsapp
Televisi

BARISAN.CO – Bisa jadi kebiasaan gemar menonton televisi adalah salah satu dari aktivitas kita. Saya sendiri termasuk yang jarang melakukannya, namun ternyata hal itu berdampak terutama pada alam pikiran saya.

Ya, sebelum terlanjur, ada baiknya kita mulai mengurangi kebiasan yang dinilai buruk oleh banyak ilmuan.

Bacaan Lainnya

Sebuah studi di Australia menunjukkan, orang dewasa yang setiap hari menghabiskan satu jam menonton TV, DVD, atau video dapat berkurang harapan hidupnya hampir 22 menit. Bahkan, menonton TV rata-rata 6 (enam) jam setiap harinya dapat memperpendek kehidupan seseorang lima tahun.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. J. Lennert Veerman dari University of Queensland ini mengklaim, menonton TV merupakan suatu gaya hidup sedentari yang berdampak buruk bagi kesehatan, seperti halnya merokok dan obesitas. Selain itu, dengan terus menonton TV orang akan cenderung tidak aktif dan mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 11.000 orang berusia di atas 25 tahun. Studi dilakukan untuk menghitung risiko secara keseluruhan terhadap harapan hidup seseorang dari aktiivitas menonton televisi.

“Menonton TV mungkin berhubungan dengan berkurangnya harapan hidup seseorang, dimana sebanding dengan faktor risiko utama terjadinya penyakit kronis seperti obesitas,” kata peneliti yang memuat risetnya dalam British Journal of Sports Medicine.

Sementara itu, peneliti dari Harvard School of Public Health, Boston, mengatakan temuan itu ‘sangat masuk akal’ karena menonton TV berkepanjangan rentan terhadap timbulnya penyakit dan kematian dini.

Bahkan data lain menunjukkan, selain obesitas, perilaku sedentari seperti keranjingan nonton TV juga terkait dengan timbulnya penyakit lainnya seperti, tingginya kadar lemak jahat dalam darah, risiko penyakit jantung, serta lebih mungkin untuk mengkonsumsi makanan seperti misalnya junk food.

Dampak yang ditimbulkan

Secara pasti yang menyebabkan berkurangnya umur bukanlah menonton TV-nya, melainkan akibat munculnya penyakit-penyakit yang secara tidak langsung dipacu oleh kebiasaan sering menonton TV. Berikut ini adalah sejumlah penyakit yang mungkin bisa menimpa Anda jika terlalu lama menghabiskan waktu di depan televisi :

  • Risiko sakit jantung

Berdasarkan analisis data yang dikumpulkan selama enam tahun dengan melibatkan 8.800 laki-laki dan perempuan di Australia (usia 25 yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung).

Peneliti menemukan bahwa setiap satu jam menonton TV dapat meningkat risiko kematian akibat serangan jantung sebesar 18 % dan risiko kematian akibat kanker sebesar 9 %.

Ini berarti bahwa orang yang menonton TV lebih dari empat jam memiliki 80 % peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler selama periode waktu 6 tahun dibandingkan orang yang menonton kurang dari 2 jam setiap harinya.

  • Gangguan tidur

Terlalu sering menonton TV dapat mengurangi kadar hormon melatonin di otak yang dapat mempengaruhi ritme alami tubuh sehingga membuat terjaga lebih lama, tidur tidak teratur dan lelah.

Berkurangnya level melatonin juga kerap dikaitkan dengan pubertas dini pada anak perempuan.

  • Diabetes

Sebuah studi pada perempuan yang diterbitkan Journal of American Medical Association tahun 2003 menunjukkan, risiko diabetes meningkat sebesar 14 % pada mereka yang menonton TV selama 2 dalam sehari.

Penelitian lain juga menemukan bahwa pria yang menonton TV lebih dari 40 jam seminggu, 3 kali lebih berisiko menderita diabetes tipe 2 daripada pria yang menonton TV kurang dari 1 jam setiap minggunya.

  • Obesitas

Menonton televisi terlampau sering membuat otot tidak bergerak. Jika otot-otot tidak aktif dalam jangka waktu yang sangat lama, dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan kenaikan berat badan.

  • Attention Deficit Disorder (ADD)

ADD adalah gangguan pemusatan perhatian/konsentrasi dan sifat impulsif yang tidak sesuai pada umur anak, bahkan beberapa anak dapat menunjukkan sifat hiperaktif.

Penelitian di University of Washington Child Health Institute menemukan bahwa pada anak usia 3 (tiga) tahun yang menonton TV dua jam per hari, 20% berisiko memiliki masalah gangguan perhatian pada usia 7 tahun dibandingkan anak-anak tidak menonton televisi.

  • Peningkatan risiko asma

Di Inggris, sebuah penelitian mempelajari kebiasaan menonton TV lebih dari 3.000 anak-anak mulai usia bayi sampai 11 tahun. Hasil penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang menghabiskan 2 jam atau lebih menonton televisi per hari, dua kali lebih berisiko menderita asma.

  • Memberi efek negatif pada mental

Menonton TV untuk jangka waktu lama memiliki efek negatif pada perkembangan intelektual anak. American Academy of Pediatrics melarang anak-anak dibawah 2 tahun untuk menonton TV dan merekomendasikan pada anak usia diatas 2 tahun untuk tidak menonton TV lebih dari dua jam sehari.

  • Perilaku agresif

Anak-anak kecil lebih mungkin untuk menunjukkan perilaku agresif setelah melihat acara TV atau film kekerasan. Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 anak usia 3 tahun menemukan bahwa anak-anak yang terlalu sering menonton TV, secara langsung atau pun tidak, akan berisiko untuk memamerkan perilaku agresif.

Setidaknya ketika kita mulai mengurangi durasi menonton televisi, kita tidak lagi meningkatkan potensi buruk seperti penjelasan di atas. Akan lebih sehat bila kita alihkan pada aktivitas-aktivitas yang menyehatkan seperti bermain dengan anak, membaca buku, menekuni hobi, dan lain sebagainya.

Penulis: Alfin Hidayat

Pos terkait