Kesehatan

Niken Tantyo Sudharmono: Pentingnya Mengenali Penyebab Autoimun dan Mengobati dari Akarnya

Putri Nur
×

Niken Tantyo Sudharmono: Pentingnya Mengenali Penyebab Autoimun dan Mengobati dari Akarnya

Sebarkan artikel ini
Niken Tantyo Sudharmono (Foto: Republika.co.id)

BARISAN.CO – Penyakit autoimun ialah penyakit yang terjadi dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang sehat dalam tubuh. Jika tubuh terserang oleh penyakit autoimun, akan banyak dampak buruk bisa terjadi nantinya. Bahkan, telah tercatat bahwa terdapat 80 jenis penyakit autoimun yang menunjukkan gejala yang sama.

Penyebab penyakit autoimun itu sendiri diantaranya adalah faktor genetik atau keturunan, faktor lingkungan, perubahan hormon, serta adanya gejala infeksi. Secara umum, gejala-gejala awal penyakit autoimun antara lain adalah nyeri di sekujur tubuh, nyeri sendi, fatigue, timbul demam ringan, rambut mengalami kerontokan parah, sering terkena sariawan, dan brain fog.

Menurut para dokter, penyakit autoimun ini belum bisa disembuhkan, tetapi gejala yang timbul bisa dijaga dan ditekan agar tidak timbul flare. Seperti yang dialami oleh Niken Tantyo Sudharmono, selama kurang lebih 4 tahun ia melewati masa pengobatan penyakit autoimunnya.

“Awalnya saya sangat shock divonis penyakit autoimun, sempat tidak percaya, dan saat itu saya tidak terima dokter berkata bahwa penyakit autoimun tidak bisa sembuh,” ujar Niken.

Niken mengaku mengalami beberapa gejala aneh di tubuhnya seperti sulit berjalan, dada berdebar-debar, nafas pendek, hingga mata melotot tidak normal. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari info tambahan lewat membaca buku-buku koleksinya yaitu tentang penyakit autoimun.

“Saya mulai inisiatip mencari info tambahan lewat buku-buku yang saya baca yang menjelaskan tentang hipertiroid atau penyakit autoimun,” kata Niken.

Menurut buku yang Niken baca, autoimun yang menyerangnya berasal dari kejadian 10 atau 15 tahun yang lalu lantaran ia tidak aware dengan tubuhnya. Namun, saat ini setelah membaca buku tersebut dan menerapkan beberapa metode pengobatannya, Niken jauh lebih sehat dan bisa beraktivitas normal kembali.

“Saat itu saya agak egois ya, waktu divonis penyakit autoimun semua kegiatan saya aktivitas saya berhenti total, bahkan saya stop penggunaan sosial media saya. Saya lakukan itu semua agar saya bisa kembali sembuh dan kembali normal,” lanjut Niken.

Tidak hanya itu, niken juga memiliki semangat yang tinggi untuk sembuh, ia berusaha untuk melewati masa pengobatannya dengan maksimal mungkin. Niken juga percaya dan optimis bahwa dirinya bisa lepas dari ketergantungan obat-obatan.

Setelah berhasil mengendalikan penyakit autoimunnya, kini Niken memilih supplement sebagai asupan tambahan, serta menjaga pola makan yang sehat dan berolahraga yang rutin.

“Sekarang saya lebih rutin mengonsumsi supplement yang ada, olahraga yang cukup, serta menjaga pola makan yang sehat. Bagi masyarakat di luar sana yang terkena penyakit autoimun tetap semangat optimis untuk sembuh, lalu pentingnya kenali penyebab penyakit dan mengobati penyakit dari akarnya,” tutup Niken. [rif]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *