Scroll untuk baca artikel
Kolom

Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Guru yang Berkualitas

Redaksi
×

Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Guru yang Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Pendidikan Berkualitas
Syaiful Rozak

Peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari penguatan kompetensi guru sebagai aktor utama pembelajaran bermutu.

Oleh: Syaiful Rozak
(Guru MTs Mazro’atul Ulum)

DEWASA ini dunia pendidikan tengah menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari kualitas pendidikan, pemerataan pendidikan, literasi yang rendah, relevansi dengan dunia kerja hingga masalah karakter.

Masalah diatas hanya dapat dijawab melalui transformasi pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua.

Tidak ada pendidikan yang berkualitas tanpa guru yang berkualitas. Kompetensi guru harus ditingkatkan guna menjawab tantangan pendidikan. Karena pendidikan yang berkualitas dimulai dari guru yang berkualitas.

Kompetensi guru sebagaimana dalam Pasal 10 ayat (1) UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen memiliki empat aspek utama yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.

Kompetensi diatas merupakan kriteria yang wajib dimiliki oleh seorang guru dalam menjalankan tugas profesinya sebagai pendidik.

Kompetensi pedagogik menuntut guru dalam pengelolaan pembelajaran yang berkualitas. Kompetensi kepribadian menuntut guru sebagai seorang pendidik yang layak digugu dan ditiru.

Kompetensi sosial menuntut guru untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan murid, rekan sejawat, orang tua dan masyarakat sekitar.

Dan yang terakhir kompetensi profesional menuntut guru untuk bersikap profesional dalam menjalankan tugas dan profesinya sebagai seorang pendidik.

Untuk menjawab tantangan pendidikan dimulai dengan memperbaiki kurikulumnya terlebih dahulu. Pemerintah melalui kementerian pendidikan dasar dan menengah (Mendikdasmen) telah menawarkan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) sebagai alternatif.

Sedangkan kementrian agama tengah melakukan terobosan baru melalui kurikulum berbasis cinta (KBC). Keduanya adalah hal yang positif yang perlu dikembangkan secara bersama.

Langkah selanjutnya adalah peningkatan kompetensi guru melalui pendidikan profesi guru (PPG). Kementerian pendidikan dasar dan menengah (Mendikdasmen) maupun kementerian agama saat ini terus berupaya mempercepat pelaksanaan PPG.

Bahkan kementerian agama secara progresif telah melaksanakan program akselarasi pendidikan profesi guru (PPG) bagi guru madrasah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru.

Jika kurikulum pendidikan sudah dikembangkan dan kompetensi guru sudah ditingkatkan melalui pendidikan profesi guru (PPG), maka langkah selanjutnya adalah implementasi bagaimana pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) atau kurikulum berbasis cinta (KBC) itu ditransformasikan dalam pembelajaran di sekolah. Disini guru adalah aktor utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

Pendidikan Bermutu untuk Semua

Pendidikan pada dasarnya adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam pendidikan, yang ditransfer bukan hanya pengetahuan, melainkan nilai dan karakter. Pendidikan itu mempertajam pikiran, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan. Pendidikan itu harus mencerahkan pikiran dan membebaskan dari kebodohan.

Visi pendidikan bermutu untuk semua ingin memastikan bahwa seluruh warga Indonesia mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas secara adil, inklusif dan merata.

Konsep ini menegaskan bahwa setiap anak bangsa memiliki layanan pendidikan pendidikan yang sama tanpa memandang status ekonomi, sosial budaya dan agama.

Pendidikan yang berkualitas dan merata diyakini sebagai kunci dalam menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera dan berdaya saing global.

Sejalan dengan visi pendidikan bermutu untuk semua, kementrian pendidikan dasar dan menengah (Mendikdasmen) berupaya meningkatkan kualitas guru melalui tiga program prioritas.

Pertama pemenuhan kualifikasi guru dengan pendidikan minimal S1. Kedua meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan. Ketiga meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi baik bagi guru ASN, PNS dan P3K maupun non ASN.

Pendidikan bermutu untuk semua adalah komitmen bersama dimana pemerintah, guru dan masyarakat berkolaborasi menjamin pendidikan yang inklusif, adil dan berkualitas bagi setiap warga negara.

Sinergi ini mencakup peningkatan sarana prasarana oleh pemerintah, profesionalisme guru serta partisipasi aktif masyarakat. []