Ekonomi

Pfizer Raup Untung Besar Atas Penjualan Vaksin di Q1-2021

Anatasia Wahyudi
×

Pfizer Raup Untung Besar Atas Penjualan Vaksin di Q1-2021

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Reuters.

BARISAN.COSejak tahun lalu, beberapa perusahaan obat berlomba mengembangkan vaksin dalam waktu singkat. Berbeda dari pesaingnya seperti Johnson & Johnson dan AstraZeneca yang memutuskan untuk menjual vaksin secara nonprofit dan Moderna yang dibantu oleh pemerintah federal, Pfizer sejak awal memutuskan menjual vaksin untuk memperoleh keuntungan.

Atas keputusan tersebut, anggota parlemen Demokrat Amerika Serikat telah menyuarakan keprihatinannya atas keputusan Pfizer yang menyebabkan mahalnya harga vaksin. Selain itu, seperti dikutip dari New York Times, menurut WHO, hingga pertengahan April lalu negara kaya memperoleh lebih dari 87 persen atau lebih dari 700 juta dosis vaksin di seluruh dunia sedangkan negara miskin hanya menerima 0,2 persen saja.

WHO juga menyampaikan bahwa Pfizer hanya memberikan sedikit bantuan terhadap negara termiskin di dunia. Tahun lalu, Pfizer meraup untung sebesar US$9,6 miliar sebelum adanya hasil dari vaksin terlihat.

Perussahaan sebelumnya memperkirakan keuntungan tahun ini sebanyak US$15 miliar, namun hal itu diluar dugaan. Pendapatan kuartal pertama 2021 telah mencapai angka US$14,6 miliar atau meningkat sekitar 45 persen dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu.

Menurut Bourla, hingga Senin (3/3), Pfizer bersama mitranya BioNTech telah mengirimkan sekitar 430 juta dosis vaksin ke 91 negara di seluruh dunia. Akan tetapi, mayoritas vaksin mRNA yang dikembangkan oleh Pfizer telah dicadangkan di negara-negara kaya. Banyak pihak mengkritik agar Pfizer dapat berbuat lebih banyak di situasi pandemi seperti saat ini.

Pada akhir bulan ini, Pfizer berencana untuk mengajukan persetujuan penuh dari Food and Drug Administration (FDA). Perusahaan juga akan mengajukan otorisasi darurat untuk suntikan penguat agar dapat melindungi varian Covid-19 selama paruh kedua bulan Juli.

FDA juga bersiap mengesahkan vaksin Pfizer dan BioNTech untuk usia remaja 12-15 tahun awal minggu depan. Perusahaan berharap memperoleh hasil uji coba yang jelas agar bisa mengajukan otoriasai di bulan September untuk menggunakan vaksin tersebut kepada anak-anak antara usia 2-5 tahun dan 5-11 tahun. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *