Politik & Hukum

Sang Pemenang: Presiden Kena Prank Sahabat Seniman

Avatar
×

Sang Pemenang: Presiden Kena Prank Sahabat Seniman

Sebarkan artikel ini
Sang Pemenang
Dialog Gayeng "Sapa Kowe" di Mabes Komunitas Kaligawe

BARISAN.CO – Sang Pemenang judul acara Sapa Kowe oleh Komunitas Kaligawe, namun bukan lantaran sebentar lagi merayakan hari raya idul fitri. Sesungguhnya Sang Pemenang merupakan salah satu judul puisi karya Teha Edy Djohar.

Gesekan biola dari Tundung Klavierra mengantar acara yang diselenggarakan secara Live Streaming edisi kedelapan. Dilanjutkan pembacaan puisi, Slamet Unggul dan selayang pandang tentang sosok Teha Edy Djohar oleh Didit Jepe, Sabtu (9/5/2021).

“Sosok Teha Edy Djohar sosok yang unik dan sangat peduli dengan orang lain. Kepeduliannya ditunjukan dengan kehadirannya ketika ada sahabat seniman yang sakit. Begitupun juga dengan kegiatan sosial, beliau ini sangat care dengan siapa saja,” terang Didit

Didit turut larut dan membacakan puisi karya Teha Edy Djohar yang berjudul Presiden Tai. “Akulah presiden tai. Yang memiliki rakyat tai. Yang didukung rakyat tai. Sebagai presiden tai. Program program tai. Menghasilkan tai. Menteri menteri tai. Pejabat pejabat tai. Gubenur tai. Walikota tai. Bupati tai. Camat tai. Lurah tai.”

Penggalan puisi tersebut menjadi bagian yang tidak terlupakan dalam pementasan berjudul “MeTAIkologi.” Yakni sebuah pementasan Teater Struktural yang dilakukan Teha Edy Djohar dengan melakukan performance di kubangan tinja.

Teha Edy Djohar, seniman yang dikenal dengan Presiden TAI (Tanah Air Indonesia) ini sangat kaget dengan acara rutinan Sapa Kowe edisi kedelapan. Acara yang memang disengaja mendadak dan mendesak. Namun Teha sangat bahagia dan merasa senang bisa berkumpul dengan kawan-kawan.

“Wah..ini namanya di Prank,” tutur Widhiastuti, istri dari Teha Edy Djohar ini.

Ternyata malam itu menjadi peringatan Presiden Komunitas Kaligawe merayakan hari ulang tahun. Meski demikian Sang Pemenang hanya sekadar prolog acara. Namun masih dipersiapkan Sastra Pertunjukan Sang Pemenang, jika waktu dan kondisi bersahabat. Hadir juga beberapa penyair yang turut membacakan puisi-puisi Sang Pemenang karya Teha Edy Djohar. Sebut saja Agung Wig Patidusa, Zoex Zabidi, Sury, Wati Dirsan dan sang kameramen Madezzu Lee serta musik siter dari Kang Ujang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *