Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Sinus, Rongga Hidung Bak Katup Lorong

Redaksi
×

Sinus, Rongga Hidung Bak Katup Lorong

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Di dalam kepala manusia terdapat organ yang bernama sinus. Sinus adalah rongga yang berisi udara yang terletak di wajah dan di sekitar hidung. Sinus diberi nama sesuai dengan tulang di mana mereka berada, sinus sering disebut dengan sinus paranasal.

Hidung terdiri dari bagian internal dan eksternal. Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago. Lubang hidung merupakan ostium sebelah luar dari rongga hidung.

Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum. Masing-masing rongga hidung dibagi menjadi tiga saluran oleh penonjolan turbinasi dari dinding lateral.

Rongga hidung dilapisi dengan membrane mukosa yang sangat banyak mengandung vascular yang disebut mukosa hidung. Lender disekresi secara terus menerus oleh sel-sel goblet yang melapisi permukaan mukosa hidung dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia (Brunner & Suddarth, hal; 508, 2001).

Perkembangan rongga hidung secara embriologi yang mendasari pembentukan anatomi sinonasal dapat menjadi dua proses. Pertama, embrional bagian kepala berkembang membentuk dua bagian rongga hidung yang berbeda.

Kedua, bagian dinding lateral hidung yang kemudian berinvaginasi menjadi kompleks padat, yang dikenal dengan konka (turbinate), dan membentuk ronggarongga yang disebut sebagai sinus.

Menurut dr. Emmy Paramesthi D, S, SpTHT dari RS Husada Utama Surabaya, sinus paranasal adalah serangkaian rongga yang mengelilingi hidung kita.

Terdapat empat pasang sinus paranasal, yaitu sinus ethmoid, maksila, frontalis dan sphenoid. Rongga-rongga tersebut tersebut terbentuk sebagai hasil proses pneumatisasi. Bentuk sinus memiliki bentuk yang bervariasi. Rongga sinus memiliki muara yang menuju ke dalam rongga hidung. 

Fungsi Sinus Paranasal

Meski hanya berupa rongga, sinus memiliki beberapa fungsi, berikut diantaranya :

  • Sebagai pengatur kondisi udara

Sinus berfungsi sebagai ruang tambahan untuk memanaskan dan mengatur kelembapan udara ispirasi. Volume pertukaran udara dalam pentilasi sinus kurang lebih 1/100 volume sinus pada tiap kali bernapas sehingga dibutuhkan beberapa jam udara total dalam sinus.

  • Sebagai penahan suhu

Sinus paranarsal berpungsi sebagai penahan panas, melindungi orbita dan fosa serebri dari suhu rongga hidung yang berubah-ubah. Tetapi bila udara dalam sinus di ganti dengan tulang, hanya akan memberikan pertabahan berat sebesar 1% dari berat kepala, sehingga teori ini dianggap tidak bemakna.

  • Membantu resonansi suara

Sinus mungkin berfungsi sebagai rongga untuk resonansi suara dan mempengaruhi kualitas suara. Akan tetapi ada yang berpendapat, pasisi sinus dan ostiumnya tidak memungkinkan sinus berfungsi sebagai resonator yang efektif.

  • Sebagai peredam perubahan tekanan udara

Fingsi ini berjalan bila ada perubahan tekanan yang besar dan mendadak, misalnya pada waktu bersin atau membuang ingus.

  • Membantu produksi mucus 

Mukus yang di hasilkan oleh sinus para narsal memang jumlahnya kecil dibandingkan dengan mukus dari rongga hidung, namun efektif untuk membersihkan partikel yang turut masuk dengan udara inspirasi karena mukus ini keluar dari meatus medius, tempat yang paling strategis.

Waspada Sinusitis

Dalam kondisi tertentu, sinus bisa saja mengalami satu kejadian tidak mengenakkan, yakni radang, dalam istilah medisnya disebut sinusitis. Menurut dr. Emmy, sinusitis adalah keradangan mukosa sinus paranasal yang umunya disertai atau dipicu oleh rinitis sehingga sering disebut rinosinusitis.

Penyebab utama adalah selesma yang merupakan infeksi virus yang selanjutnya diikuti oleh infeksi bakteri. Sinus yang paling sering terkena adalah sinus maksila dan ethmoid. Bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis.