Scroll untuk baca artikel
Ragam

20 Nasehat Syekh Ibnu Athaillah: Teks Arab dan Artinya

×

20 Nasehat Syekh Ibnu Athaillah: Teks Arab dan Artinya

Sebarkan artikel ini
Nasehat Syekh Ibnu Athaillah
Nasehat Syekh Ibnu Athaillah tentang kehidupan/Barisan.co

Untaian yang penuh makna dalam Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah

BARISAN.CO – Nasehat Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari menekankan pentingnya pendidikan karakter pada setiap individu agar memahami dirinya dan Tuhannya. Sebab saat ini umat manusia sedang dilanda arus perubahan yang begitu materialistik, sehingga sikap individualis yang mementingkan dirinya sendiri.

Melalui nasehat Syekh Ibnu Athaillah diharapkan seorang hamba memiliki karakter yang mampu bersikap dan bertindak sesuai dengan aturan agama maupun norma-norma yang berlaku di masyarakat. Sehingga ia menjadi pribadi yang tanggung baik secara spiritual maupun intelektual.

Nasehat Syekh Ibnu Athaillah teks arab dan artinya yang terdapat di dalam Kitab Al Hikam. Bahwasanya setiap maqolah dalam kitab Al Hikam memberikan gambaran bagaimana seorang hamba bisa dekat dengan Allah Swt.

Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah berisi kata-kata bijak tentang menjalani kehidupan ini agar menjadi lebih baik.

كيفَ يتصوَّرُ ان يحجبهُ شيىءٌ وهواقربُ ا ِليكَ من كلّ شيىءٍ

Bagaimana akan dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) lebih dekat kepadamu dari segala sesuatu.

كيفَ يتصوَّرُ ان يحجبهُ شيىءٌ ولولاه ماكان وجودُ كلّ شيىءٍ

Bagaimana mungkin akan dihijab oleh sesuatu, padahal seandainya tidak ada Allah, niscaya tidak akan ada segala sesuatu.

كيفَ يتصوَّرُ ان يحجبهُ شيىءٌ وهوالذى ظهرلِكلّ شيىءٍ

كيفَ يتصوَّرُ ان يحجبهُ شيىءٌ وهو الظاهرقبل وجودِ كلّ شيىءٍ

Bagaimana akan dapat ditutupi oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) yang tampak pada tiap sesuatu. Bagaimana mungkin akan dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) yang ada dhohir sebelum adanya sesuatu.

كيفَ يتصوَّرُ ان يحجبهُ شيىءٌ وهو اَظَْهرمن كلّ شيىءٍ

Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) lebih jelas dari segala sesuatu.

كيفَ يتصوَّرُ ان يحجبهُ شيىءٌ وهوالواحد الذى ليسَ معهُ شيىءٍ

Bagaimana mungkin akan dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) yang tunggal yang tidak ada di samping-Nya sesuatu apapun.

كيفَ يتصوَّرُ ان يحجبهُ شيىءٌ وهوالذى اظهركلَّ شيىءٍ

Bagaimana dapat dibayangkan bahwa Allah dapat dihijab (dibatasi tirai) oleh sesuatu padahal Allah yang menampakkan [mendhohirkan] segala sesuatu.

كيفَ يتصوَّرُ ان يحجبهُ شيىءٌ وهوالذى ظَهربِكلّ شيىءٍ

Bagaimana mungkin akan dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) yang tampak (dhohir) pada segala sesuatu.

كيفَ يتصوَّرُ ان يحجبهُ شيىءٌ وهوالذى ظهرفى كلّ شيىءٍ

Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) yang terlihat dalam tiap sesuatu.

مِمَّايَدُلُّكَ على وجُودِ قهرِهِ سُبْحانهُ ان حجبكَ عَنهُ بما ليسَ بموجُودٍ معهُ

Di antara bukti-bukti yang menunjukkan adanya kekuasaan Allah yang luar biasa, ialah dapat menghijab engkau dari pada melihat kepada-Nya dengan hijab tanpa wujud di sisi Allah.

اِدْفن وُجُودَك فى ارضِ الخُمول. فما نبتَ مِمَّالم يُدفن لايتِمُّ نِتاجهُ

Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab tiap sesuatu yang tumbuh namun tidak ditanam, maka tidak sempurna hasil buahnya.

الاَعمالُ صوَرٌ قاءمة ٌ وَارواحُها وجودُ سِرِّ الاخلاصِ فيها

Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang roh [jiwanya], ialah terdapatnya rahasia ikhlas dalam amal perbuatan itu.

٭ اِذاَ فَتحَ لك وُجْهَة ً من التـَّعَرُّفِ فلا تُباَلِ معها ان قَلَّ عَمَلُكَ فَاِنَّهُ مافتحَهاَ لك الا وهو يرِيد انيتعرَفَ اليكَ

الم تَعلم انَّ التـَّعَرُفَ هوَمورِدهُ عليكَ والاَعمالُ انتَ مُهدِ يها اليهِ واَينَ ماتـُهد يهِ الَيهِ واَينَ ما تُهدِ يهِ اليْهِ مِمَّا هوَ مورِدهُ اليكَ٭

Apabila Tuhan membukakan bagimu suatu jalan untuk ma’rifat [mengenal pada-Nya], maka jangan menghiraukan soal amalmu yang masih sedikit, sebab Tuhan tidak membukakan bagimu, melainkan Ia akan memperkenalkan diri kepadamu. Tidakkah engkau tahu bahwa ma’rifat itu semata-mata pemberian karunia Allah kepadamu, sedang amal perbuatanmu hanyalah hadiahmu kepad-Nya dengan pemberian karunia Allah kepadamu.”

لا يُشكـِّكنَّك فى الوَعدِ عدمُ وقوعِ المَوْعُودِ وانْ تَعَيَّنَ زمَنـُهُ لـءـلاَّيَكونَ ذٰ لكَ قَدحاً فى بصيرَتكَ واِخـْماَداًلِنورِ سَرِيرَتِكَ

Jangan sampai kamu merasa ragu, terhadap janji Allah, karena tidak terlaksananya apa yang telah dijanjikan itu, walaupun telah tertentu waktunya, supaya tidak menyalahi pandangan mata hatimu, atau memadamkan cahaya hatimu.

لاَيَكُنْ تأخُرَ أمَدِ العَطَاءِ معَ الاِلحاحِ فى الدُعاءِموجِباً لِياءسِكَ

فهُوَ ضَمن لكَ الاِجاَبة َ فيماَ يختَاَرُهُ لكَ لا فيمَا تَختاَرُلِنفْسِكَ وَفى الوَقتِ الَّذى يُرِيدُ لافى الوقتِ الذى تـُريدُ

Janganlah keterlambatan/tertundanya waktu pemberian Tuhan kepadamu, padahal engkau bersungguh-sungguh dalam berdo’a menyebabkan putus harapan, sebab Allah telah menjamin dan menerima semua do’a dalam apa yang ia kehendaki untukmu, bukan menurut kehendakmu, dan pada waktu yang ditentukan Allah, bukan pada waktu yang engkau tentukan.

اِجْتِهادُكَ فيمَا ضُمنَ لكَ وتقـْصِيرُكَ فيماَ طُلبَ منكَ دَلِيلٌ على انطِماسِ البَصِيْرَةِ منكَ

Kesungguhanmu untuk mencapai apa-apa yang telah dijamin pasti akan sampai kepadamu, di samping kelalaianmu terhadap kewajiban-kewajiban yang di amanatkan kepadamu, membuktikan butanya mata hatimu.

اَرِحْ نَفْسَكَ منَ التـَدْ بـِيْرِفماَ قامَ بهِ غيرُكَ عَنْكَ لا تقـُمْ بهِ لنـَفـْسك

Istirahat pikiranmu dari kesibukan mengatur dirimu, dari apa-apa yang telah diatur/dijamin oleh selain kamu (yaitu Allah), tidak perlu engkau ikut sibuk memikirkannya.

 سَوَابِقُ الهِماَمِ لاَ تَحْرِقُ اَسْوَرَالاَقْدَارِ

Kerasnya himmah /semangat perjuangan, tidak dapat menembus tirai takdir.

مِنْ علاماتِ الا ِعْتِمادِ عَلىَ العَملِ نـُقـَصَانُ الرَّجاءِعِنْدَ وُجُوْدِ الزَّلل ِ

Sebagian dari tanda bahwa seorang itu bergantung pada kekuatan amal dan usahanya, yaitu berkurangnya pengharapan atas rahmat dan karunia Allah ketika terjadi padanya suatu kesalahan dan dosa.

ليخفف ألم البلاء عنك علمك بأنه –سبحانه-هو المبلي لكو فالذي واجهتك منه الأقدار هو الذي عودك حسن الاختيار

Agar ujian terasa ringan, engkau harus mengetahui bahwa Allah lah yang memberimu ujian. Dzat yang menetapkan beragam takdir atasmu adalah Dzat yang selalu memberimu pilihan terbaik.

حظ النفس فى المعصية ظاهرٌجليٌّ، وحظها فى الطاعة باطن خفيٌّ ومدواة ما يخفى صعبٌ علاجهُ

Bagiannya hawa nafsu dalam perbuatan maksiat itu sangat jelas dan terang,  sedangkan bagian nafsu dalam perbuatan taat (ibadah) itu halus dan samar,  untuk mengobati yang samar itu itu sangat sulit penyembuhannya.

Demikianlah untaian yang penuh makna dalam Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah, semoga kita senantiasa berjalan di jalan yang penuh hikmah. []