Scroll untuk baca artikel
Berita

Buku Kupas Strategi Dakwah Politik Anies Baswedan Merawat Toleransi dan Membangun Harmoni Umat Beragama

×

Buku Kupas Strategi Dakwah Politik Anies Baswedan Merawat Toleransi dan Membangun Harmoni Umat Beragama

Sebarkan artikel ini
buku Dakwah Politik Anies Rasyid Baswedan

Buku riset mengulas strategi dakwah politik Anies Baswedan dalam menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama di Jakarta.

BARISAN.CO – Toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Jakarta pada masa kepemimpinan Anies Baswedan (2017–2022) menjadi perhatian kalangan akademisi.

Salah satunya dituangkan dalam buku berjudul “Dakwah Politik Anies Rasyid Baswedan Dalam Merukunkan Umat Beragama di DKI Jakarta” karya Dewi Nurani dan Dr. Siti Nuri Nurhaidah yang terbit pada September 2024.

Buku ini membahas pendekatan dakwah melalui jalur politik yang dilakukan Anies selama menjabat gubernur, dengan berlandaskan prinsip bahwa kebijakan pemimpin harus mengutamakan kemaslahatan masyarakat.

Penulis menguraikan dua pendekatan utama, yakni dakwah struktural melalui kebijakan publik serta dakwah kultural yang tumbuh dari kehidupan sosial masyarakat.

Dalam kajiannya, buku setebal 172 halaman tersebut juga memaparkan sejumlah capaian, termasuk penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementerian Agama RI yang diraih Pemprov DKI Jakarta bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Penghargaan ini menjadi indikator keberhasilan dalam menjaga harmoni dan mencegah konflik antarumat beragama di ibu kota.

Peneliti Soroti Kepemimpinan dan Latar Akademis

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat sejumlah faktor kunci keberhasilan, antara lain kebijakan yang inklusif, komunikasi publik yang efektif, serta pelibatan masyarakat dalam dialog lintas agama. Strategi ini dinilai mampu memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman Jakarta.

Salah satu penulis, Dewi Nurani, merupakan penggerak sosial yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang psikologi dan komunikasi penyiaran Islam.

Buku tersebut merupakan pengembangan dari riset akademisnya saat menempuh studi magister di Universitas Islam As-Syafi’iyah.

Dewi menilai sosok Anies Baswedan menarik untuk dikaji karena memiliki kombinasi kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta kemampuan komunikasi publik yang kuat.

Ia menyebut gaya kepemimpinan Anies mampu membangun narasi yang visioner dan diterima luas oleh masyarakat.

Lebih jauh, Dewi berharap pendekatan kepemimpinan berbasis kolaborasi yang diterapkan di Jakarta dapat menjadi model bagi daerah lain, bahkan dikembangkan dalam skala nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Ia juga menilai pentingnya kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan mampu merajut persatuan di tengah keberagaman. []