Scroll untuk baca artikel
Kolom

Pasangan Prabowo-Gibran Menjelang Expired !!!

Redaksi
×

Pasangan Prabowo-Gibran Menjelang Expired !!!

Sebarkan artikel ini
Pasangan Prabowo-Gibran Menjelang Expired !!!
Ilustrasi Ai

Oleh: Yusuf Blegur

Komitmen melindungi dan menyelamatkan rakyat serta segenap tumpah darah Indonesia, tengah diuji dan harus dipertanggungjawabkan.
Di dalam negeri rakyat dibunuh dan bunuh diri, di luar negeri tiga prajurit TNI tercinta juga harus gugur mengenaskan tanpa pembelaan dan kecaman, tanpa gelora nasionalisme dan patriotisme

SEJAK terpilih dan dilantik menjadi presiden dan wakil presiden usai pilpres 2024. Pasangan Prabowo-Gibran semakin mengalami degradasi kepemimpinan. Penurunan kualitas negara dan pemerintahan terus berlanjut sejak dipegang Prabowo-Gibran.

Rakyat kerap dipertontonkan orasi, statemen dan narasi yang seolah-olah nasionalis dan patriotis. Meledak-ledak dan terkesan memukau di atas podium dan panggung, namun melempem saat implementasi. Presidennya jago teatrikal, wakil presidennya gemar melakukan aksi planga-plongo.

Rakyat Indonesia terus menjadi korban. Saban hari dipaksa menghitung banyaknya kebijakan ugal-ugalan pemerintah.

Distorsi menyeluruh di bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan hukum serta pertahanan keamanan. Negara kehilangan kehormatan dan martabat baik di mata bangsanya sendiri maupun dalam pandangan internasional.

Dengan rekam jejak kecurangan sekaligus kejahatan konstitusi dan demokrasi dalam pilpres 2024. Ditambah pengalaman dalam pemerintahan sebelumnya yang disinyalir sarat pelanggaran HAM dan korupsi.

Prabowo memimpin Indonesia dibayangi sikap skeptis dan apriori publik. Menjadi presiden diliputi bayang-bayang dosa politik dan kemanusiaan masa lalu.

Berhembus angin kencang warisan aib yang tak bisa dibantah, bahkan Prabowo pernah mengakuinya secara terbuka. Prabowo melanggeng meraih kekuasaan tertinggi di republik ini dengan menggandeng kekuatan rezim lama yang menjadi benih dan luar biasa daya rusaknya.

Jadilah Prabowo-Gibran pasangan presiden dan wakil presiden Indonesia yang kental distorsi, konspirasi dan manipulasi.

Teriakan lantang “Hidup Jokowi” di hadapan publik menjadi bukti tak terbantahkan.

Inkompetensi Kepemimpinan

Bukan hanya membawa Indonesia ke jurang krisis ekonomi dan politik yang mengarah chaos. Pasangan Prabowo-Gibran juga sukses membawa Indonesia terindikasi sebagai negara gagal.

Rusak di dalam hancur di luar. Begitulah imej negara di pandang oleh rakyatnya sendiri dan negara-negara lain. Pengelolaan negara tidak dilakukan oleh orang-orang yang kompeten. Aparatur pemerintahan banyak diisi oleh orang-orang tanpa kapasitas dan integritas.

Tak sekedar tanpa pengetahuan dan kemampuan teknis, para pemangku kepentingan publik strategis lebih memperlihatkan perilaku tak beretika, amoral dan intens mengangkangi hukum. Isinya lebih banyak maling, perampok, pengkhianat dan penjahat, dengan seragam indah, berwibawa dan mahal hasil keringat rakyat.

Dalam kehidupan lokal, cita-cita rakyat akan negara kesejahteraan (wellfare state) harus bertarung dengan realitas ketiadaan fungsi pemerintah (goverment less) dan negara gagal (failed state).
Rakyat harus berhadapan dengan kejahatan yang difasilitasi pejabat atau negara (state organized crime).

Kemiskinan rakyat bersaing dengan korupsi, harga sembako, BBM dan listrik yang tinggi melawan korupsi, pajak mencekik beradu dengan korupsi, eksplorasi kekayaan alam juga harus bertarung dengan korupsi. Sepertinya korupsi menjadi satu-satunya senjata dan prestasi negara dan pemerintahan sejak beberapa dekade ini.

Dipenjara, dianiaya, disiram air keras, dibunuh bahkan harus bunuh diri seperti telah menjadi standar ketidakmampuan rezim mengelola pemerintahan dan upaya menutupi distorsi penyelenggaraan negara. Rakyat terus menjadi bulan-bulanan keserakahan dan kedzoliman pemerintahannya sendiri.

Dalam kehidupan internasional, tak cukup sekadar menjadi negara merdeka yang kehilangan kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Republik bernama Indonesia itu semakin terjerumus sebagai bangsa jongos, menjadi pesuruh dan kaki tangan negara-negara imperialis kolonialis.

Tanpa kehormatan, tanpa kewibawaan, dan tanpa martabat sebagai sebuah negara bangsa yang pernah disegani dan diakui dunia karena Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang spiritnya membangkitkan kemerdekaan bangsa-bangsa Asia Afrika dan Gerakan Non Blok yang menegaskan politik bebas aktif dalam pergaulan internasional.

Kini, Pasangan Prabowo-Gibran bukan cuma melecehkan sejarah dan ideologi itu. Kepemimpinan nasional yang layak dijuluki cap tikus itu, benar-benar mengangkangi konstitusi dan mandat rakyat Indonesia.

Kebijakan pemerintah ikut terlibat dalam Board of Peace (BoP) dan Agreement on Reciprocal Trade (ART), sejatinya menjadi penjajahan terhadap kedaulatan politik dan ekonomi Indonesia dalam kancah internasional, terutama oleh Amerika dan Israel.

Sekali lagi, pasangan Prabowo-Gibran telah nyata-nyata melakukan kejahatan dan pengkhianatan terhadap Pancasila, UUD 1945 dan semangat serta cita-cita NKRI. Rezim hipokrit ini juga telah menghina dan merendahkan perjuangan sekaligus pengorbanan para pendiri bangsa, para pahlawan dan syuhada, juga Soekarno-Soeharto yang tegas tak akan mengakui negara Israel sebelum Palestina merdeka, serta seluruh rakyat pada umumnya dan umat Islam khususnya.

Tak lagi ada toleransi, tak ada lagi kompromi. Negara bangsa Indonesia tegas menyatakan anti penjajahan dan penindasan sebagaimana tertuang dalam konstitusi. Terlebih ketika tiga prajurit TNI tercinta harus gugur sia-sia dan mengenaskan oleh Aliansi Amerika-Israel yang kalian puja-puja demi kebodohan dan kepongahan kekuasan keblinger jika tak mau disebut distorsi.

Prabowo-Gibran, mana tanggungjawab kalian untuk melindungi dan menyelamatkan rakyat serta segenap tumpah darah Indonesia.

Sadarlah dan bertaubatlah pasangan Prabowo-Gibran.
Sebelum Expired !!!.

Bekasi Kota Patriot.
15 Syawal 1447/4 April 2026