Gaya Hidup

Ada Risiko Dibalik Kemudahan, Hati-Hati Menggunakan Aplikasi Kencan

Anatasia Wahyudi
×

Ada Risiko Dibalik Kemudahan, Hati-Hati Menggunakan Aplikasi Kencan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pacaran lewat aplikasi kencan online. (gambar: bbc)

BARISAN.CO – Di era digital, banyak bermunculan aplikasi kencan seperti Tinder, OkCupid, Tantan, dan lain sebagainya. Tekanan untuk segera memiliki pasangan atau seseorang yang yang ingin mencari teman baru terkadang membuat merka memilih menggunakan aplikasi kencan sebagai alternatif pencarian.

Dikutip dari Kaspersky.com, orang yang melakukan kencan online tergolong masih muda yaitu usia antara 25-34 tahun sebanyak 43 persen. Selain itu 48 persen kencan online untuk bersenang-senang dan sekitar satu dari sepuluh orang hanya mencari seks.

Perbedaan gender juga berperan, laki-laki lebih cenderung menggunakan kencan online untuk seks dibandingkan perempuan (18 persen vs 5 persen). Sedangkan persentase antara laki-laki dan perempuan cenderung sama dalam mencari teman baru.

Secara keseluruhan, alasan umum menunda kencan online ialah ditemukan adanya foto palsu (19 persen), ekspektasi hubungan palsu (12 persen) dan berbohong atas status hubungan (11 persen).

Penelitian tersebut juga menemukan adanya kecenderungan berbagi informasi sensitif kepada orang yang tidak dikenal atau baru saja ditemui. Seperti saat ‘matched’ 16 persen orang memberikan informasi pribadi, 15 persen memberi tahu hal memalukan tentang diri sendiri, dan bahkan 14 persen diantaranya memberikan foto telanjang. Informasi tersebut dapat berisiko untuk pemerasan.

Kemudahan dalam mencari teman atau pasangan dengan menggunakan aplikasi kencan memang tidak dapat dipungkiri dapat membantu seseorang dengan segudang aktifitas untuk berinteraksi dengan orang lain.

Bagaimanapun segala bentuk kemudahan memiliki risiko yang tidak dapat dihindari. Bertukar informasi pribadi jika jatuh ke tangan yang salah bisa saja disalahgunakan. Sehingga dalam melakukan pertukaran apapun dalam dunia online, pastikan ada batasan. Bukan tak percaya, namun lebih mawas diri untuk menghindari hal buruk yang terjadi.

Meskipun begitu, memang ada seseorang yang pada akhirnya menemukan pasangan atau teman yang sesuai, namun akan lebih baik berhati-hati agar tidak tersakiti atas hal yang belum pasti. [rif]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *