BARISAN.CO – Delivery food atau layanan pesan antar makanan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Berkat perkembangan teknologi digital, siapa pun kini dapat memesan makanan favorit hanya melalui ponsel pintar tanpa harus keluar rumah.
Prosesnya pun semakin praktis karena pengguna dapat memilih menu, melakukan pembayaran secara digital, hingga melacak perjalanan pesanan secara real time.
Popularitas layanan delivery food tidak hanya meningkat saat pandemi COVID-19, tetapi juga terus bertahan setelah pandemi berakhir.
Kemudahan, kecepatan, banyaknya pilihan restoran, hingga berbagai promo menarik menjadi alasan mengapa masyarakat tetap menggunakan layanan ini dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak mengherankan jika Gen Z dan Milenial menjadi dua kelompok pengguna terbesar layanan pesan antar makanan di Indonesia karena keduanya merupakan generasi yang sangat akrab dengan teknologi digital.
Delivery Food Menjadi Bagian dari Gaya Hidup Digital
Perubahan perilaku konsumen dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengutamakan efisiensi.
Jika sebelumnya membeli makanan identik dengan datang langsung ke restoran atau warung makan, kini banyak orang lebih memilih membuka aplikasi dan memesan makanan dalam hitungan menit.
Kemudahan tersebut didukung oleh berbagai inovasi teknologi. Pengguna dapat melihat daftar restoran, membaca ulasan pelanggan, membandingkan harga, memilih metode pembayaran, hingga memanfaatkan promo yang tersedia.
Selain itu, fitur pelacakan pengiriman memungkinkan konsumen mengetahui posisi kurir secara langsung sehingga estimasi waktu kedatangan makanan menjadi lebih akurat.
Bagi masyarakat perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi, layanan delivery food menjadi solusi praktis untuk menghemat waktu. Sementara bagi pekerja, mahasiswa, maupun keluarga, layanan ini memberikan alternatif ketika tidak sempat memasak atau keluar rumah.
Mengapa Gen Z dan Milenial Menyukai Delivery Food?
Generasi Z dan Milenial dikenal sebagai digital native, yaitu generasi yang tumbuh bersama perkembangan internet dan smartphone.
Karena itu, mereka cenderung lebih mudah menerima berbagai layanan berbasis aplikasi, termasuk layanan pesan antar makanan.
Selain faktor kemudahan, kedua generasi ini juga menyukai pengalaman digital yang cepat, praktis, dan personal. Mereka dapat memilih makanan sesuai selera, melihat rekomendasi berdasarkan lokasi, hingga memanfaatkan berbagai promo yang ditawarkan platform.
Menurut berbagai survei, faktor harga tetap menjadi pertimbangan utama. Namun, promo, potongan ongkos kirim, cashback, kecepatan pengiriman, serta kualitas pelayanan juga menjadi alasan penting dalam memilih aplikasi delivery food.
Tidak hanya itu, media sosial juga ikut memengaruhi perilaku konsumsi. Banyak pengguna menemukan makanan viral melalui TikTok, Instagram, atau Facebook, kemudian langsung memesannya melalui aplikasi delivery food. Fenomena ini membuat tren kuliner berkembang jauh lebih cepat dibandingkan beberapa tahun lalu.
GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood Masih Mendominasi
Persaingan layanan delivery food di Indonesia semakin kompetitif. Saat ini terdapat beberapa platform utama yang menjadi pilihan masyarakat, yaitu GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood. Ketiganya berlomba menghadirkan promo, diskon, serta berbagai fitur yang memudahkan pengguna.
Survei Jakpat pada Maret 2025 menunjukkan bahwa GoFood menjadi aplikasi delivery food yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia dengan tingkat penggunaan mencapai 38 persen. Di posisi berikutnya terdapat ShopeeFood sebesar 29 persen, disusul GrabFood sebesar 27 persen.
Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, GoFood menjadi pilihan utama bagi Milenial maupun Gen Z. Namun terdapat perbedaan menarik pada pilihan kedua.
Kalangan Gen Z cenderung lebih banyak menggunakan ShopeeFood, sedangkan Milenial masih cukup banyak memilih GrabFood. Hal ini menunjukkan bahwa strategi promo, pengalaman pengguna, serta kebiasaan menggunakan ekosistem aplikasi tertentu turut memengaruhi keputusan konsumen.
Promo Masih Menjadi Daya Tarik Terbesar
Salah satu alasan utama masyarakat menggunakan layanan delivery food adalah keberadaan promo. Potongan harga, voucher gratis ongkir, cashback, hingga paket hemat menjadi daya tarik yang sulit diabaikan, terutama bagi kalangan muda.
Penelitian dan survei menunjukkan bahwa konsumen Indonesia sangat responsif terhadap promosi digital. Bahkan banyak pengguna yang membandingkan harga di beberapa aplikasi sebelum memutuskan melakukan pemesanan agar memperoleh penawaran terbaik.
Perilaku ini menunjukkan bahwa harga tetap menjadi faktor penting, meskipun kemudahan layanan juga memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian.
Frekuensi Memesan Makanan Semakin Tinggi
Perubahan gaya hidup juga membuat frekuensi penggunaan layanan delivery food meningkat. Berdasarkan riset Populix yang dikutip berbagai media, Gen Z dan Milenial dapat memesan makanan secara online sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu minggu.
Bahkan Gen Z memiliki kecenderungan menggunakan layanan pesan antar makanan lebih sering dibandingkan Milenial.
Data tersebut menunjukkan bahwa layanan delivery food bukan lagi sekadar alternatif ketika sibuk, melainkan telah menjadi bagian dari kebiasaan konsumsi sehari-hari.
Kemudahan yang Ditawarkan Delivery Food
Ada beberapa alasan mengapa layanan delivery food terus diminati masyarakat Indonesia, antara lain:
Pertama, pengguna dapat memesan makanan kapan saja tanpa harus datang ke restoran. Kedua, pilihan menu yang tersedia jauh lebih beragam karena satu aplikasi dapat menampilkan ribuan mitra kuliner.
Ketiga, proses pembayaran menjadi lebih praktis karena mendukung dompet digital, transfer bank, maupun pembayaran tunai.
Selain itu, fitur pelacakan pesanan memberikan rasa aman karena konsumen mengetahui posisi kurir secara real time.
Ditambah lagi, berbagai promo yang rutin ditawarkan membuat biaya pembelian makanan menjadi lebih hemat dibandingkan membeli secara langsung.
Tantangan Layanan Delivery Food
Di balik berbagai kemudahan tersebut, layanan delivery food juga memiliki sejumlah tantangan. Salah satunya adalah meningkatnya kecenderungan membeli makanan secara impulsif karena tergoda promo atau makanan yang sedang viral di media sosial.
Penelitian mengenai perilaku pengguna Gen Z di Indonesia juga menunjukkan bahwa promosi yang agresif dapat memengaruhi pola konsumsi makanan serta berpotensi meningkatkan pemborosan makanan apabila konsumen membeli melebihi kebutuhan.
Selain itu, konsumen juga perlu mempertimbangkan biaya layanan, ongkos kirim, serta memilih menu yang tetap sehat dan sesuai kebutuhan.
Prospek Delivery Food di Indonesia
Melihat tingginya penetrasi internet, pertumbuhan pengguna smartphone, serta meningkatnya kebiasaan masyarakat bertransaksi secara digital, prospek industri delivery food di Indonesia masih sangat menjanjikan.
Platform delivery food diperkirakan akan terus menghadirkan inovasi, mulai dari rekomendasi berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem loyalitas pelanggan, pengiriman yang lebih cepat, hingga integrasi dengan berbagai layanan digital lainnya.
Di sisi lain, pelaku usaha kuliner juga memperoleh manfaat karena dapat menjangkau lebih banyak pelanggan tanpa harus membuka cabang baru di berbagai lokasi.
Kesimpulan
Delivery food telah mengubah cara masyarakat Indonesia membeli makanan. Bagi Gen Z dan Milenial, layanan ini bukan hanya memberikan kemudahan, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbelanja yang cepat, praktis, dan sesuai dengan gaya hidup digital.
Kehadiran berbagai platform seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood membuat konsumen memiliki banyak pilihan dengan beragam promo dan layanan yang kompetitif.
Meski demikian, konsumen tetap perlu menggunakan layanan delivery food secara bijak. Memanfaatkan promo memang menguntungkan, tetapi keputusan membeli sebaiknya tetap mempertimbangkan kebutuhan, anggaran, dan pola konsumsi yang sehat.
Dengan begitu, teknologi tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga membantu menciptakan kebiasaan konsumsi yang lebih cerdas dan berkelanjutan. []









