Scroll untuk baca artikel
Gaya Hidup

Dulu Parcel Sekarang Hampers, Apa Bedanya?

Redaksi
×

Dulu Parcel Sekarang Hampers, Apa Bedanya?

Sebarkan artikel ini

Semua orang pasti senang menerima bingkisan. Apalagi yang namanya parcel dan hampers. Namun, sebenarnya dua jenis bingkisan ini sama tapi hanya beda penamaan saja, atau memang secara esensi dan definisi berbeda sih?

BARISAN.CO – Suasana jelang lebaran tahun ini, terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Berkirim hampers atau parcel sudah makin marak. Hal ini ditunjang selama pandemi COVID-19 belakangan ini, dengan aturan menjaga kontak fisik dengan kerabat dan kolega, membuat berkirim bingkisan menjadi cara untuk tetap menjaga silaturahmi. 

Menariknya, beberapa waktu lampau, pemerintah sempat melarang para pejabat dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), menerima parcel atau bingkisan apapun, apalagi saat hari raya. Pemerintah melarang karena menganggap bingkisan bisa membuat para pejabat dan PNS tidak obyektif. 

Gara-gara aturan ini, pengusaha kedua macam bingkisan ini sempat kena imbasnya akibat permintaan yang berkurang. Tapi situasi sudah berubah, bahkan selama pandemi sejumlah pengusaha justru menuai rezeki. 

Tapi, ngomong-ngomong, sebenarnya dua jenis bingkisan ini sama tapi hanya beda penamaan saja, atau memang secara esensi dan definisi berbeda sih?

Beda Hampers dan Parcel

Dulu, kita mungkin lebih dulu akrab mendengar istilah parcel. Sementara kata-kata hampers rasanya kok baru populer belakangan ini. 

Apa mungkin pergeseran istilah ini karena pemerintah sempat melarang para pejabat dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), menerima parcel atau bingkisan apapun, apalagi saat hari raya. Pemerintah melarang karena menganggap bingkisan bisa membuat para pejabat dan PNS tidak obyektif. 

Gara-gara aturan ini, pengusaha parcel sempat terkena imbasnya akibat permintaan yang berkurang. Tapi situasi sudah berubah, bahkan selama pandemi sejumlah pengusaha justru menuai rezeki. 

Namun saat ini masyarakat lebih akrab memakai istikah hampers. Sebenarnya dua jenis bingkisan ini sama tapi hanya beda penamaan saja, atau memang secara esensi dan definisi berbeda sih?

Parcel biasanya berisi aneka snack, buah-buahan, atau barang-barang seperti porselen alat makan, peralatan dapur, dan lain sebagainya. Penataan parcel kebanyakan menggunakan keranjang rotan terbungkus plastik transparan polos atau bercorak, dan berhias pita-pita cantik. 

Sedangkan ketika mendengar istilah hampers, biasanya yang langsung terbayang ialah bingkisan di dalam kotak sebagai wadah dengan aneka bentuk, warna, dan tulisan, berisi kue-kue, makanan, atau produk-produk, misalnya produk kecantikan, dan lain sebagainya. 

Tapi apakah perbedaannya hanya sebatas itu?

Asal-Usul Hampers 

Mengutip goodnewsfromindonesia.id, adalah William the Conqueror, Raja Inggris pertama dari bangsa Norman, yang memperkenalkan istilah hampers. William yang memimpin sejak 1066 sampai mangkat pada tahun 1087 mempopulerkan istilah hampers usai Pertempuran Hastings. 

Istilah bingkisan ini  berasal dari bahasa Prancis, Hanapier, yang berarti keranjang untuk piala. Pada abad 11, budaya mengirimkan hampers sudah muncul di Prancis. Ketika itu, hanapier ialah keranjang anyaman yang umumnya terbuat dari kayu willow dan berisi makanan serta minuman sebagai wadah bekal saat berburu. 

Sampai pada tahun 1800-an terjadi pergeseran makna dan fungsi akibat revolusi industri. Keranjang anyaman yang awalnya untuk membawa bekal, berubah menjadi bingkisan natal. 

Kemudian, pada abad-19, di Inggris pada zaman Victoria, kalangan kelas menengah dan atas menjadikan hampers sebagai bingkisan mewah. Hampers biasanya marak pada perayaan Natal. 

Hampers adalah istilah bahasa Inggris mengenai keranjang yang terbuat dari rotan. Pada perkembangannya, bingkisan ini bernilai jual tinggi karena adanya sentuhan inovasi dan kreativitas. 

Awal Mula Lahirnya Budaya Berkirim Parcel

Mengacu pada KBBI Kemendikbud daring, parcel atau yang dalam bahasa Indonesia ialah parsel, merupakan bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang tertata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. 

Sedangkan dalam bahasa Inggris, parcel ialah sesuatu yang terbungkus kertas dan pos kerap menjadi media pengirimannya.

Konon, sejarah berkirim bingkisan sudah ada sejak zaman penjajahan. Ketika itu, kaum perempuan Indonesia tidak boleh berperang karena berbahaya, dan hanya diminta tinggal di rumah. Sampai kemudian muncul ide agar perempuan tetap dapat membantu berjuang dengan mengirimkan makanan untuk para pejuang. 

Kebiasaan ini kabarnya berjalan sampai Indonesia merdeka bahkan menjadi tradisi sampai hari ini. Yang tadinya mengirim makanan bagi pejuang yang berperang, pasca kemerdekaan tradisi berkirim bingkisan atau makanan berlanjut di hari raya. Sampai hari ini, tradisi ini terus berkembang. 

Parsel dalam konteks dunia logistik merujuk pada semua barang, entah itu dokumen, makanan, barang mentah, atau produk jadi lainnya yang terbungkus rapi dan kemudian dikirim. 

Terlepas dari fakta tersebut, semua orang pasti senang menerima bingkisan. Apalagi yang namanya parcel dan hampers, pengemasan dan penataannya sangat cantik dan menarik. Sampai-sampai kadang kita lebih senang memajangnya, ketimbang segera membongkar dan menikmati isinya. [rif]