“Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.”
(QS. Ali Imron 191)
BARISAN.CO – Pensil merupakan alat tulis yang biasa ditemui dan umum digunakan saat belajar dan waktu sekolah. Pensil dibuat dari lapisan kayu dan isinya terbuat dari grafit. Grafit merupakan mineral karbon berwarna hitam mengkilap. Grafit ini mudah hancur menjadi serpihan
Mudah menjadi serpihan sehingga inilah yang memudahkan saat menulis. Pada saat menggoreskan atau menuliskan pensil di kertas, maka grafit tersebut akan hancur. Lalu tidak heran jika grafit tersebut lama kelamaan akan habis sehingga perlu diukir atau diraut lagi biar keluar pucuk grafitnya.
Sebenarnya serpihan grafit kurang bagus untuk goresan yang tajam dan rapi. Sehingga di dalam isi pensil tersebut diberi campuran tanah liat dan lilin sebagai bahan pengikat.
Itulah sekilah tentang pensil. Ada sebuah kisah, seorang eorang anak bertanya kepada ibunya yang sedang menulis sebuah surat. “Ibu lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”
Mendengar pertanyaan sang anak, ibu berhenti menulis dan berkata kepada buah hatinya, “Sebenarnya ibu sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang ibu pakai. Ibu berharap agar kamu seperti pensil ini ketika kamu besar nanti.
Mendengar jawaban ini, sang anak kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada sang Ibu ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
“Tapi Bu, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.”
Si Ibu kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang memiliki filosofi agar dirimu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini“.
Ibu pun menjelaskan lima makna dan prinsip dari pensil tersebut.
Kualitas hidup
Lima kualitas dari pensil tersebut yakni: pertama, pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Allah Swt. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya”.
Kedua, proses menulis. Ibu terkadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali.
Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan. Karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik.
Ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.
Kempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang atau grafit yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.
Kelima, pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan.
Penulis: Alfin Hidayat dan Lukni