Fokus

Jakarta Tourism Forum: Ada Banyak Sebab Kita Patut Membanggakan Stadion JIS

Avatar
×

Jakarta Tourism Forum: Ada Banyak Sebab Kita Patut Membanggakan Stadion JIS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dokpri. Salman D. Anwar.

BARISAN.COResmi memecahkan tiga rekor MURI, digadang sebagai top 10 stadion termegah di dunia, dilengkapi fasilitas yang dapat diakses cuma-cuma oleh publik, Jakarta International Stadium (JIS) tampaknya adalah kenyataan terbaik tahun ini.

JIS resmi dibangun sejak Anies Baswedan melakukan kick-off tanggal 14 Maret 2019. Di waktu yang hampir sama, stadion Santiago Bernabeu milik klub Real Madrid juga sedang direnovasi.

Tapi, progres pembangunan JIS lebih cepat. JIS kini sudah memasuki tahap pamungkas. Progres pembangunan sudah mencapai 90 persen.

“Saya kira stadion ini merupakan mahakarya bangsa. Tidak hanya untuk Jakarta tapi Indonesia. Baru stadion ini yang mampu melebihi kapasitas stadion kebanggaan kita Gelora Bung Karno,” kata ketua Jakarta Tourism Forum (JTF), Salman Dianda Anwar, saat dihubungi Barisanco Selasa (14/12/2021).

Salman berpendapat JIS telah dieksekusi dengan apik. Konektivitas digarap serius dengan terhubungnya moda transportasi umum, seperti bus Transjakarta, LRT Jakarta Fase 2, dan Commuterline.

“Yang tak kalah penting dari mudahnya akses transportasi publik adalah desain stadion ini sangat ramah terhadap pejalan kaki dan disabilitas,” terang Salman.

Salman menyebut bahwa JIS punya banyak alasan untuk diapresiasi. Menurutnya, stadion yang hampir seratus persen melibatkan tenaga kerja dalam negeri ini berpotensi mendatangkan perputaran ekonomi yang besar bagi masyarakat sisi utara Jakarta.

Stadion ini, kata dia, sejak awal sudah disiapkan tidak hanya sebagai fasilitas olah raga tetapi juga untuk kegiatan entertainment seperti pementasan konser musik.

“Ini akan menjadi venue yang menghidupkan sisi utara Jakarta. Ekonomi kreatif yang berasal dari masyarakat akan tumbuh di sekitar sini. Dan kami dari pelaku usaha tentu menyambut suka cita peluang kerja sama dengan pengelola,” ucap Salman.

Sudah lama ekonomi ibu kota didominasi aktivitas yang dijalankan di peta tengah dan selatan Jakarta.

Salman berharap rampungnya JIS benar-benar dapat jadi momentum masyarakat kecil sisi utara untuk membangun kekuatan ekonominya. [dmr]