Kesehatan

Kecemasan & Depresi Pengaruhi Motivasi Berolahraga di Masa Pandemi

Anatasia Wahyudi
×

Kecemasan & Depresi Pengaruhi Motivasi Berolahraga di Masa Pandemi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: runsociety.com.

BARISAN.COSebelum pandemi tiba, banyak orang yang begitu rajin berolahraga. Entah itu bertujuan untuk menjaga kesehatan atau juga menjaga dan membentuk tubuh. Namun, pandemi membuat semangat beberapa orang untuk berolahraga hilang.

Sebuah survei dari McMaster University dan Western University di Kanada menemukan bahwa tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi memengaruhi motivasi berolahraga selama pandemi. Selain itu kurangnya dukungan sosial, keterbatasan tempat, dan tidak adanya akses peralatan membuat banyak orang kesulitan untuk berolahraga.

Dr. Desreen N. Dudley menyarankan agar orang-orang yang terdampak gangguan kecemasan dan depresi untuk memulai dengan aktivitas santai karena dikhawatirkan fisik kaku akibat tidak bergerak berbulan-bulan.

“Sementara latihan aerobik seperti lari dan berenang bagus bagi otak dan suasana hati, yoga denga fokus pada pernafasan, meditasi, serta perhatian penuh membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri pda kemampuan untuk terlibat dalam aktivitas fisik.” kata Desreen.

Desreen menambahkan, berolahraga dengan teman baik secara virtual atau secara langsung (jika aman) juga dapat membantu seseorang tetap pada tujuan latihannya.

Desreen juga menyebutkan agar mengubah pemikiran tentang olahraga.

“Daripada melihatnya sebagai tugas menakutkan yang mungkin tidak Anda lakukan dengan baik, anggaplah sedikit gerakan lebih baik dibandingkan tidak sama sekali.”

Olahraga memiliki banyak manfaat bagi manusia. seperti dikutip dari mayoclinic.org, ada tujuh manfaat dari olahraga, yaitu:

  1. Mengontrol berat badan. Semakin intens olahraga yang dilakukan, semakin banyak kalori yang dibakar. Semakin tinggi pula kemungkinan berat badan dapat dikontrol. Alih-alih pergi ke gym, menggunakan tangga atau berjalan kaki untuk aktivitas keseharian dapat membantu membakar kalori dalam tubuh. Namun, kunci utamanya ialah konsisten.
  2. Olahraga teratur membantu mencegah masalah kesehatan seperti stroke, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, depresi, kelelahan, dan lain-lain.
  3. Meningkatkan mood karena dapat merangsang berbagai zat kimia otak yang membuat seseorang lebih bahagia, rileks, dan menurunkan kecemasan. Bahkan nilai tambahnya ialah jika teratur dilakukan akan meningkatkan kepercayaan diri.
  4. Meningkatkan energi karena olahraga mengirim oksigen dan nutrisi ke jaringan dan membantu sistem kardiovaskular bekerja lebih efisien. Ketika jantung dan paru-paru menjadi lebih sehat, seseorang akan lebih memiliki banyak energi untuk beraktivitas sehari-hari.
  5. Membantu tidur lebih cepat dan nyenyak. Dengan catatan, olahraga tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur.
  6. Bagi perempuan, olahraga dapat meningkatkan gairah seks. Sedangkan bagi laki-laki akan lebih kecil kemungkinan untuk memiliki masalah disfungsi ereksi dibandingkan yang tidak berolahraga.
  7. Lebih dari enam poin diatas, olarga memberi kesempatan untuk bersantai, menikmati alam bebas, dan juga membantu terhubung dengan keluarga maupun teman di lingkungan sosial yang menyenangkan seperti saat seseorang mengikuti kelas dansa, mengikuti pendakian, dan lain-lain.

Pandemi memang membuat banyak orang mengalami kecemasan dan depresi, namun bagaimanapun juga, olahraga tidak boleh sepenuhnya dilepaskan.

Saat ini ada berbagai aplikasi yang menawarkan pilihan olahraga tanpa alat, loncat, push up, dan lainnya yang dapat membuat motivasi kembali. Selain itu, Youtube banyak video yang menayangkan latihan olahraga yang diperlukan sesuai tujuan berolahraga.

Mulai dari hal kecil seperti naik turun tangga maupun berjalan kaki untuk memulai kembali aktivitas berolahraga. Dengan demikian, saat pandemi berakhir, fisik dan pikiran Anda akan siap untuk kembali beraktivitas seperti sebelum pandemi. [dmr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *