Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Tabata, Alternatif Olahraga Selama Pandemi

Redaksi
×

Tabata, Alternatif Olahraga Selama Pandemi

Sebarkan artikel ini

Barisan.co – Pandemi telah mengubah tatanan kehidupan manusia. Aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara langsung, kini beralih ke daring. Beberapa negara menyatakan kondisi darurat dan menyerukan ke warganya untuk tetap di rumah saja. Indonesia misalnya, beberapa kepala daerah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar. Sekolah, kampus, dan kantor ditutup. Kegiatan operasional dan proses belajar mengajar dilakukan secara online.

Kondisi tersebut membuat aktivitas fisik masyarakat berkurang. Belum lagi rasa bosan yang melanda mendorong kita untuk ngemil secara berlebih. Akibatnya bobot tubuh terus bertambah. Olahraga menjadi salah satu alternatif untuk mengatasinya. Selain menjaga bentuk tubuh tetap ideal, olahraga bisa meningkatkan imunitas selama pandemi. Risiko terkena Covid-19 pun menjadi semakin kecil.

Ada banyak olahraga yang bisa dilakukan meski kita di rumah saja, salah satunya adalah Tabata. Olahraga ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuwan Jepang, Izumi Tabata pada tahun 1996. Ia mengimprovisasi olahraga  High – Intensity Interval Training (HIIT) yang bermanfaat meningkatkan kebugaran serta performa olahraga. Tabata umumnya menggabungkan berbagai latihan kardio, latihan kekuatan, dan lainnya dalam satu waktu. Rata-rata waktu yang dihabiskan untuk workout ini berkisar 4-7 menit. Singkat sekali. Cocok bagi kamu yang super sibuk dan malas berolahraga.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari olahraga ini, di antaranya membakar lemak, meningkatkan ketahanan dan konsentransi. Wow, hanya berolahraga 4-7 menit saja bisa mendapat tiga manfaat sekaligus.

Melakukan Tabata sangat mudah. Kita cukup membagi 8 set untuk 4 menit. Satu setnya dilakukan selama 30 detik, dimana 20 detik olahraga berintensitas tingi dan 10 detik untuk beristirahat. Beberapa gerakan yang bisa dilakukan adalah sit-up, push-up, jump squat, dan naik turun tangga.

Jika mengalami kesulitan untuk melakukan gerakan, kita bisa membuka YouTube. Ada banyak contoh gerakan yang bisa dipilih sesuai kemampuan. Tapi ingat, sebelum berlatih harus melakukan pemanasan selama kurang lebih 10 menit agar tidak cedera, Agar lebih aman, konsultasikan lebih dulu dengan dokter, khususnya bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu dan berusia di atas 50 tahun.

Seperti olahraga lainnya, jika Tabata dilakukan secara rutin dan menjaga pola makan, kita bisa mendapatkan hasil yang didam-idamkan. Semua hanya soal waktu dan upaya. Selamat mencoba.

Penulis: Anastasia Wahyudi