Periode | Tahun Dasar (IHK=100) | Area Survei | Jumlah yang disurvey |
1963 | 1953 | Jakarta | 19 Komoditi |
1964-1978 | 1957/1958 | Jakarta | 62 Komoditi, 4 Kelompok |
1978-1989 | 1977-1988 | 17 Kota | 115 Komoditi, 4 Kelompok |
Jan 1990-Mar 1998 | 1988-1989 | 27 Kota | 225 Komoditi, 4 Kelompok |
Apr 1998-Sep 1999 | 1996 | 44 Kota | 353 Komoditi, 7 Kelompok |
Okt 1999-Des 2003 | 1996 | 43 Kota | 353 Komoditi, 7 Kelompok |
Jan 2004-Mei 2008 | 2002 | 45 Kota | 744 Komoditi, 7 Kelompok |
Jun 2008-Des 2013 | 2007 | 66 Kota | 744 Komoditi, 7 Kelompok |
Jan 2014-2019 | 2012 | 82 Kota | 859 Komoditi, 7 kelompok |
Jan 2020-sekarang | 2018 | 90 Kota | 835 komoditi, 11 Kelompok |
Perubahan metodologi dalam pemutakhiran Diagram Timbang dan penghitungan IHK tidak dilakukan secara serampangan. BPS mengacu pada Manual standar internasional, antara lain: Consumer Price Index Manual: Theory and Practice (2004), Practical Guide to Producing Consumer Price Indices (2009), Classification of Individual Consumption According to Purpose/ COICOP (2018, Pre-edited), dan Consumer Price Index Manual: Concepts and Methods, (2019, Pre-edited).
BPS mengatakan bahwa pencacahan Statistik Harga Konsumen dilakukakan di pasar tradisional, pasar modern, outlet dan situs resmi di setiap kota. Data harga masing-masing komoditas diperoleh melalui wawancara langsung dari 3 atau 4 pedagang eceran, yang didatangi oleh petugas pengumpul data dan mengunduh di situs resminya. Hasil pencacahan diinput oleh masing-masing daerah dengan aplikasi yang berbasis web.
Perlu diketahui bahwa frekuensi pengumpulan data harga berbeda antara satu komoditas dengan komoditas lainnya, tergantung karakteristik masing-masing komoditas. Ada beberapa daftar isian dengan periode pencacahan yang bersifat mingguan, dua mingguan, dan bulanan. [rif]