Kesehatan

Obesitas, Cara Mengukur dan Pengobatannya

Alfin Hidayat
×

Obesitas, Cara Mengukur dan Pengobatannya

Sebarkan artikel ini
unrecognizable male trainer standing near plus size woman exercising on cycling machine
Photo by Andres Ayrton on <a href="https://www.pexels.com/photo/unrecognizable-male-trainer-standing-near-plus-size-woman-exercising-on-cycling-machine-6551111/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

Obesitas adalah suatu keadaan kelebihan lemak di dalam tubuh atau dengan kata lain suatu kondisi kronik akibat akumulasi lemak / body fat yang berlebihan. Bahwasannya di Indonesia usia lebih dari 18 tahun sudah banyak menderita obesitas sekitar 21, 7 %.

Dimana wanita lebih banyak dari pada pria. Kembali ke 30 – 40 tahun ke belakang bahwa kegemukan adalah lambung suatu kemakmuran. Tipe kegemukan pada wanita ( tipe buah Pear) pada pria (tipe Apel).

Ingat Obesitas sekarang adalah sebagi pencetus penyakit seperti, DM, hipertensi, kanker, batu empedu, ginjal, stroke,  gagal Jantung, dan penyakit jantung

Alasannya adalah karena asupan energi yang masuk tidak sesuai  dengan asupan energi yang dikeluarkan. Alias tidak ada pergerakan yang bisa membakar asupan energy yang masuk.

Mengukur obesitas

  1. Alat Body Fat Prosentase
  2. Mengukur index Mass Tubuh / IMT ( BMI)  = Berat badan dlm kg / tinggi badan dlm m2.
  3. Yang paling gampang dengan mengukur lingkar perut pria > 90 pada wanita > 80. Ayo ukur diri Anda sendiri ya, saya termasuk obesitas tidak?

Obesitas sendiri disebabkan oleh beberapa hal, seperti, faktor keturunan/ genetik (menyumbang 30 %), gaya hidup yang malas bergerak, fast food, ngemil sering makan, faktor psikis (emosi ). Jjadi bawaannya makan, faktor penyakit hipotiroid, dan faktor obat (Obat anti depresan dan kortikosteroid).

Gejala yang umum timbul pada obesitas adalah mendengkur, henti nafas sementara, nyeri punggung, nyeri sendi, berkeringat berlebihan, ruam pada lipatan kulit, susah nafasn dan mudah mengantuk.

Pengobatan Obesitas ( untuk Jangka Panjang)

Pertama adalah dengan pengaturan pola makan. Seperti diet rendah kalori dan lemak (pedomaan gizi seimbang), pengurangan masukan kalori sampai berat badan ideal, berhenti makan sebelum kenyang. Menghindari makanan berlemak/ gorengan, hindari makanan yang manis, soft drink, fast food, konsumsi banyak buah dan sayur, yang utama perbanyak minum air putih.

Kemudian perubahan prilaku, seperti, stop ngemil sambil nonton televisi atau baca buku atau sedang main hp, hindari duduk lebih dari dua jam, sering move on/ berjalan.

Sangat efektif jika dilakukan dengan aktivitas fisik, seperti, olah raga setiap hari 30 menit ( sesuai dengan umur dan kondisi), aktivitas fisik 1 jam 3 x dalam  seminggu ( ke tempat gym), dan latihan angkat beban.

Sauna 15 – 30 menit. Hal ini dapat membantu menurunkan berat bedan. Terutama menghilangkan air di dalam tubuh atau sebagai detoksifakasi racun tubuh

Suntik L carnitine secara sub cutan. Melakukan suntik secara local di area perut/ atau area yang mau dikecilkan, tidak ada efek samping dan aman sampai saat ini (karena saya biasa menyuntikkan ini).

Terakhir operasi by pass lambung. Dengan memotong luas lambung kita supaya asupan yang kita makan sedikit dengan harapan cepat kurusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *