Scroll untuk baca artikel
Kontemplasi

Penghuni Neraka: Kebanyakan Jin dan Manusia

Redaksi
×

Penghuni Neraka: Kebanyakan Jin dan Manusia

Sebarkan artikel ini

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai akal, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai,” QS Al A’raaf: 179

BARISAN.CO – Ayat di atas menerangkan tentang penghuni neraka yang kebanyakan diisi dari golongna jin dan manusia. Keistimewaan manusiapun disebutkan ia adalah makhluk yang diciptakan dengan kesempurnaan dengan keberadaan akal untuk berfikir.

Tidak seperti hewan yang memiliki otak tapi tak mampu berakal atau berpikir. Ada istilah yang menyatakan ‘manusia seperti hewan’, maksudnya adalah bukan dalam bentuk fisik manusia itu berwujud seperti hewan, namun sifat dan perangainyalah yang menyerupai hewan.

Misalnya, orang yang tidak tahu malu dengan berbuat keburukan semaunya sendiri, suka maksiat atau orang yang tidak beretika.

Penyerupaan seperti halnya hewan wajar, karena hewan berbuat apapun dia tidak akan pernah merasa malu karena dia termasuk mahluk yang tak berakal. Ketika manusia yang memiliki akal namun tidak dipakai untuk berfikir agar menghasilkan perbuatan baik, maka tak ubahnya ia bagaikan hewan.

Istilah tersebut seakan memberi isyarat kepada kita bahwa ada di antara manusia yang wujud dan tampilannya berupa manusia tetapi sifat dan perbuatannya seperti binatang.

Ayat 179 surah Al-A’raaf di atas secara gamblang menyinggung fenomena tersebut, memang benar ada manusia yang seperti binatang.

Kebanyakan Penghuni Neraka Jahanam adalah Jin dan Manusia

Allah Swt berfirman:

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنذِرَ يَوْمَ ٱلْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ فَرِيقٌ فِى ٱلْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِى ٱلسَّعِيرِ

Artinya: “Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.” (QS. Asy-Syura: 7).

Calon penghuni neraka yang utama yakni orang-orang yang tidak beriman kepada Allah Swt. Mereka adalah orang yang tidak bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan dan gemar mengadu domba. Selain itu is suka mengumpat, tidak berbaik dengan tetangga dan anak yatin.

Allah SWT berfirman tentang keadaan mereka pada hari kiamat:

يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ

Artinya: “Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.” (QS. Hud: 105)

Dalam kajian tafsir Ibnu Katsir, ayat di atas bermakna bahwa Kami (Allah) telah menyiapkan neraka Jahannam untuk kebanyakan manusia dan jin, karena itulah mereka akan cenderung melakukan perbuatan ahli neraka.

Sesungguhnya ketika Allah hendak menciptakan makhluk, Ia telah mengetahui apa yang akan mereka perbuat sebelum mereka ada. Hal itu telah Allah tulis sebelum Ia menciptakan langit dan bumi. Sebagaimana disebut dalam hadits shahih bahwa Rasulullah saw bersabda:

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرُ الخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ

Artinya: “Sesungguhnya Allah telah tentukan takdir makhluk lima puluh tahun sebelum Ia menciptakan langit dan bumi, dan ‘Arasy-Nya di atas air.” (HR Muslim).

Hati, Mata dan Telinga yang Menjerumuskan ke Neraka Jahanam

Ada dua pertimbangan yang bisa ditangkap dari ayat di atas, yaitu:

Pertama, sesungguhnya pengetahuan Allah telah mengcangkup, bahwa mereka (kebanyakan jin dan manusia) itu akan terjerumus ke neraka Jahannam.

Hal ini Allah tidak membutuhkan terlihatnya perbuatan mereka yang menjadikan masuk neraka, sebab ilmu Allah itu universal dan integral, tidak terbatas pada zaman dan gerakan yang melahirkan perbuatan di dunia hamba yang baru.