Tersenyumlah, Agar Awet Muda

  • Whatsapp
Senyum
Tersenyumlah/Foto: pngtree.com

Barisan.co – Doni, Ahmad, Rendi, adalah tiga sekawan yang sedari kecil selalu bersama-sama bahkan hingga masa rumah tangga. Mereka lahir satu masa, sekolah pun satu kelas, namun hingga mempunyai beberapa anak Ahmad memiliki wajah yang paling berbeda. Dia nampak lebih muda daripada dua rekannya yang terkesan berfisik tua, padahal umurnya sama.

Rahasia pun terkuak, Ahmad memang dari dulu terkenal murah senyum, bahkan dalam tiga sekawan ia lebih dikenal paling suka ngelucu. Pada orang lain juga demikian, Ahmad tak segan memberikan senyum renyahnya kepada setiap orang yang bertemu dengannya. Hingga pernah ada yang melabeli Ahmad dengan sebutan “si gigi”, karena ketika ia tersenyum hampir semua giginya terlihat.

Bacaan Lainnya

Alasannya sederhana, “ben awet nom”, (biar awet muda) kata Ahmad. Dan ternyata benar, dua rekan Ahmad ternyata memiliki wajah yang lebih tua daripada Ahmad meski usianya sama.

Tersenyum adalah suatu tindakan yang paling mudah, paling sederhana, paling murah dan paling menyenangkan di dunia. Seringkali kita melupakan tindakan ini dalam kehidupan sehari-hari.

Kita merasa sudah terlalu letih dengan kerjaan yang menumpuk, membayar tagihan-tagihan atau kasir toko yang menyebalkan saat berbelanja, atau betemu klien atau nasabah yang tidak menyenangkan.

Banyak manfaat

Tersenyum bisa menjadi sedekah yang paling murah dari diri manusia. Tidak sulit untuk dilakukan apalagi senyum terbukti bisa menyehatkan dan membuat umur lebih panjang. Orang yang sering tersenyum terlihat awet muda dan mempunyai usia lebih panjang ketimbang mereka yang jarang tersenyum.

Semakin lebar senyuman, maka garis-garis disekitar wajah makin terlihat tajam dan gigi makin terlihat sehingga senyuman kamu dinilai tulus oleh orang yang melihatnya. Orang yang murah senyum, hidupnya akan lebih sehat dan lebih bahagia. 

Demikian yang juga diteliti di Wayne State University Michigan. Penelitian itu menganalisi 230 foto pemain sepak bola lewat senyuman mereka. Peneliti membagi foto tersebut menjadi kategori tersenyum dengan memperlihatkan gigi dan kerutan mata dan pipi, setengah senyum dan tidak tersenyum.

Hasil dari penelitian itu sebanyak 184 pemain yang meninggal ternyata tidak tersenyum atau setengah tersenyum dan usia mereka hanya mencapai 72 tahun. Sebanyak 75 orang pemain sepak bola lainnya hidup hingga usia 80 tahun. 

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmu psikologi itu akhirnya menentukan hanya senyuman tulus dan lepas yang bisa membuat kita hidup lebih panjang. berikut ada beberapa alasan mengapa kita harus banyak tersenyum.

Kebahagiaan 

Cobalah paksakan diri untuk tersenyum selama 30 detik mulai dari sekarang. Lakukan pula ketika kita mengalami kemalangan. Dengan membiasakan tersenyum, tidak peduli bagaimana perasaan kita saat itu, di dalam tubuh kita akan terjadi reaksi-reaksi kimia yang dapat membuat kita merasa bahagia.

Dapat merubah keadaan

Jika kita merasa putus asa, marah atau bosan, sebuah senyuman akan mengubah keadaan emosi kita menjadi lebih positif. Dan sebuah keadaan yang positif tidak hanya membuat hidup kita lebih menyenangkan tetapi juga membuka segala kemungkinan lain dalam pikiran kita. Kita akan melihat dunia dengan cara yang berbeda melalui lensa kebahagiaan. Dari situ kita dapat mulai membangun sederetan tindakan yang positif dan berinterasksi dengan banyak orang setiap harinya.

Turut mengubah keadaan orang lain

Jika kita berjalan ke dalam sebuah ruangan atau menuju ke sebuah toko dengan senyuman di wajah kita, akan membuat semuanya berbeda. Semua orang akan berbalik tersenyum pada kita. Hal ini akan banyak membantu mencairkan setiap ketegangan atau kekakuan yang ada. Interaksi kita akan lebih terbuka, santai dan penuh dengan kegembiraan.

Tersenyum? Apa ruginya?

Ketika memilih antara mengerutkan dahi, ekspresi kosong atau tersenyum, tampaknya pilihan terakhir adalah pilihan yang paling produktif dan positif, bukankah demikian?

Seringkali kita lupa untuk tersenyum atau mungkin kita tidak terlalu suka untuk tersenyum. Tapi jika kita berusaha untuk menggunakan senyuman kita sesering mungkin, kita lama-kelamaan akan mempunyai kebiasaan yang baru, kebiasaan yang jauh lebih positif. 

Dengan membiasakan diri untuk tersenyum, maka otot tersenyum kita akan menjadi lebih kuat daripada otot untuk mengerutkan dahi kita, sehingga lama kelamaan kita akan lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan hal yang sebaliknya.

Pada dasarnya tidak ada alasan untuk tidak tersenyum, terlebih terhadap sesama. Jelas karena aktivitas ini nol biaya alias tak berbayar, jadi siapapun sangat mudah melakukannya. Tapi ingat senyumnya jangan kelewatan, bisa-bisa nanti dikira orang gila.

Penulis: Alfin Hidayat

Pos terkait