Fokus

Jantu Sukmaningtyas, Membuka ‘Dapur Tekwan’ Berawal dari Kegemaran

Avatar
×

Jantu Sukmaningtyas, Membuka ‘Dapur Tekwan’ Berawal dari Kegemaran

Sebarkan artikel ini
Jantu Sukmaningtyas, owner bisnis Dapur Tekwan. Ilustrasi: Dok. Istimewa.

BARISAN.COUsaha Mikro Kecil Menengah didominasi oleh kaum perempuan. Hal ini ditunjukkan dengan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, bahwa UMKM yang dikelola oleh perempuan mencapai 64,5 persen dari total UMKM di Indonesia, atau setara dengan 37 juta UMKM. Serta kontribusi pendapatan perempuan mencapai 36,7 persen.

Tidak dapat dipungkiri jika di era yang serba digital, toko online di berbagai marketplace maupun media sosial membuat perkembangannya semakin pesat. Bahkan Kemenkop dan UKM berupaya membantu masyarakat kecil terutama pengusaha mikro, kecil dan menengah agar ikut berjualan daring dengan memanfaatkan marketplace yang tersedia dengan program UMKM Go Online.

Salah satu pelaku UMKM perempuan yang juga memanfaatkan marketplace dalam memasarkan produk, Jantu Sukmaningtyas, menyebutkan wirausaha itu dapat dimulai di mana saja.

“Di zaman yang serba online seperti sekarang, wirausaha bisa dilakukan dari rumah. Tidak harus punya toko khusus atau pun kantor. Menjadi generasi tanpa kantor dengan memanfaatkan teknologi digital marketing via marketplace yang sekarang sudah sangat marak,” kata perempuan yang akrab disapa Sukma tersebut kepada Barisanco.

Sukma memanfaatkan passion-nya sebagai alasan menjatuhkan pilihan usahanya di bidang kuliner. Menjadi menu favorit keluarga, Sukma menjajakan tekwan di toko online miliknya, Dapur Tekwan. Ia mengelola secara mandiri melalui dua marketplace berbeda yaitu Shopee dan Tokopedia.

Sukma menceritakan alasan di balik penamaan toko online miliknya tersebut. Ia mengatakan jika produk yang digagas pertama kali ialah tekwan, kemudian untuk kata “dapur” dikarenakan memang berbasis online shop dan dikirim frozen bukan warung offline dengan bentuk makanan ready to eat, namun bentuknya meal prep. Selain itu, Sukma ingin ada memberikan kesan homemade bukan pabrikan sehingga ia menggunakan kata dapur.

Beruntung, bagi Sukma memiliki suami yang mendukungnya untuk tetap menjadi perempuan berdaya. Namun demikian, perjalananan bisnis kecil memang tak selalu mulus. Ia menemukan kendala dalam menjalankan usahanya yang dijalankan dari rumah tersebut.

“Kendala selama wirausaha adalah persaingan lahan usaha di mana bisnis kuliner tentunya memiliki persaingan yang ketat. Marketing product adalah hal utama yang membuat bisnis naik turun selain faktor SDM yang beberapa kali saya rekrut untuk membantu, ternyata tidak bisa berkomitmen untuk stay long term,” tutur Sukma.

Bicara soal konsumen, Sukma mengatakan, ada beragam kesan yang ditemuinya sebagai pengusaha. Tak terkecuali kesan yang kurang mengenakkan.

Customer itu ada yang tidak membaca sebelum membeli. Jadi, misal ada produk-produk yang harusnya preorder (PO), namun karena tidak membaca terlebih dahulu sehingga ketika produk tidak dikirimkan pada hari tersebut, mereka komplain,” ujar perempuan yang asal Kabupaten Bangka tersebut.

Menjadi istri sekaligus Ibu bagi ketiga putrinya, tak membuat Sukma kehabisan tenaga untuk bermimpi memperbesar usaha Dapur Tekwan miliknya. Akan tetapi saat ini, anak ialah prioritas sehingga Sukma ingin lebih fokus kepada buah hatinya terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *