Politik & Hukum

Joko Widodo Mencatatkan Sentimen Negatif atas Berbagai Kebijakannya: Riset Big Data INDEF

Avatar
×

Joko Widodo Mencatatkan Sentimen Negatif atas Berbagai Kebijakannya: Riset Big Data INDEF

Sebarkan artikel ini
Hasil riset INDEF, ada 49,9 persen sentimen negatif dari total 1,22 juta juta percakapan di media sosial, dengan kata kunci Joko Widodo, Presiden Jokowi, Jokowi/ Ilustrasi: publika.co.id

Riset Big Data INDEF juga menyajikan temuan tujuh nama menteri kabinet paling populer yakni Prabowo Subianto (141,5 ribu percakapan), Terawan Agus Putranto (103 ribu percakapan), Erick Tohir (100,3 ribu percakapan), Fachrul Razi (99,9 ribu percakapan), Tito Karnavian (64,8 ribu percakapan), Menteri Pendidikan (60,5 ribu percakapan), dan Menteri Polhukam (58,3 ribu percakapan).

Sementara separuh anggota kabinet yang tidak populer dan tidak banyak diperbincangkan adalah: Gusti Ayu Darmavati, Zainudi Amali, Agus Suparmanto, Budi Karya, Abdul Halim Iskandar dan Wishnutama.

Selain itu terdapat nama tujuh menteri mempunyai sentimen paling negatif di publik karena kebijakan, kiprah, perilaku, dan pernyataannya, yakni Menteri Kesehatan (sentimen negatif 74 persen), Menteri Pertanian (57 persen), Menteri Kominfo (55 persen), Menteri Agama (53 persen), Menteri KKP (47 persen), Menteri Pendidikan (44 persen), Menteri Keuangan (44 persen).

Sentimen negatif Menteri Kesehatan paling tinggi 74 persen, sedikit turun dibandingkan dengan sentimen pada masa puncak kekhawatiran terhadap Covid-19 pada masa awal outbreak Maret dan April 2020.

Isu berita pujian dari WHO padahal sekedar diundang, dibantah dengan percakapan mencibir, tidak percaya dan aneh. Isu kursi kosong di Mata Najwa menambah sentimen negatif terhadap menteri kesehatan.

Sentimen negatif terhadap Menteri Pertanian (57 persen) karena isu tidak masuk akal seperti kalung penangkal covid dan dianggap tidak punya peran dalam kebijakan lumbung pangan nasional.

Sementara sentimen negatif terhadap Menteri Kominfo (55 persen) perihal klaim naif bahwa kebenaran hanya milik pemerintah. Hal lainnya adalah isu blokir medsos sebagai imbas demo UU Ciptaker.

Menteri Agama mendapat sentimen negatif cukup tinggi, yakni 53 persen. Salah satunya adalah statemen radikalisme, good looking, termasuk juga isu sertifikasi penceramah, yang merupakan sentimen negatif di hadapan publik.

Sentimen negatif lainnya pada Menteri KKP (47 persen), terkait kebijakan ekspor benih lobster dan kebijakan yang berlawanan dengan sebelumnya ihwan pencuri ikan), Menteri Pendidikan (44 persen) tentang program organisasi penggerak dan sekolah online yang tidak berhasil, dan Menteri Keuangan (44 persen) tentang utang luar negeri, resesi dan lainnya. (Pso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *