Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Minum Air Seduhan Bunga Sepatu, Bronkitis Jawad Bablas

Redaksi
×

Minum Air Seduhan Bunga Sepatu, Bronkitis Jawad Bablas

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Mengalami batuk berat pasti menjadi beban, terlebih ketika sedang beraktivitas seperti bekerja. Nampaknya hal itu yang dirasakan Abdul Jawad (32 tahun) selaku junior engineering atau pengawas tim lapangan untuk teknisi perbaikan tower saluran udara tegangan tinggi (sutet) di PLN Unit UPT Semarang yang sebelumnya sebagai kantor Region Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Alhamdulillah dia bertemu obat yang cocok hasil ramuan dari sang istri. Berikut kisah selengkapnya yang dituturkan kepada Barisan.co.

Bagaimana awal mula sakit bronkitis yang anda alami?

Nah di tahun 2011 itu sejak saya bekerja di PLN ini saya sudah mulai batuk batuk, namun saya biarkan saja pikirnya ya batuk biasa lah. Saat itu saya sendiri masih lajang. Suatu ketika saya akan mengantarkan Ibu saya yang di Wonosobo karena sakit.

Dalam perkiraan awal Ibu terserang bronkitis karena ada gejala batuk batuk, kemudian kita memeriksakannya ke dokter spesialis penyakit dalam. Setelah dirotngen jatuhnya bukan bronkitis tetapi ada terjadi bengkak di jantung karena darah tinggi. Saat itu saya juga batuk, saya pun ikut rotngen, malah saya yang kemudian terkena bronkitis.

Pantas juga setiap saya memanjat tower saluran udara tingkat tinggi (sutet) sering batuk. Saat itu saya masih pelaksana, posisinya lebih sering naik ke atas dan ketika terkena terpaan angin saya langsung batuk. Suara batuknya keras sekali, bahkan dari kejauhan bisa terdengan.

Posisi batuk di atas sutet, tetapi yang di bawah (tanah-red) itu bisa mendengar. Begitu pula ketika malam. Karena rumah saya di dataran yang lebih tinggi maka ketika terkena angin jadi mudah batuk.

Seperti apa gambaran rasa batuk yang anda alami?

Sakit, sakitnya sampai ke ulu hati. Setia batuk seringnya berkelanjutan, tidak berhenti berhenti. Uhuuuuuuuuk, dengan durasi agak panjang seperti burung anggungan.

Batuknya kadang kering kadang berdahak. Ketika sedang kambuh dada rasanya sakit, sampai ulu hati. Di kerongkongan juga terasa gatal.

Apa tindakan yang kemudian anda lakukan?

Saya merasakan kondisi seperti ini semenjak tahun 2011. Jalan beberapa bulan sejak pertama saya menggunakan obat batuk biasa. Pikir saya ah ini biasa saja karena kambuh sembuh kambuh.

Tapi memang tidak terlalu saya perhatikan. Selama hampir satu tahun saya konsumsi obat batuk biasa, setelah minum agak mereda. Tetapi kemungkinan redanya bukan karena bat juga, tetapi karena pemicunya tidak ada saja, misalkan ketika sedang tidak terpapar angin atau suhu dingin.

Setelah itu saya menikah November 2012 yang kemudian saya rawat jalan pada bronkitis saya. Satu bulan sebelum menikah sudah lakukan rawat jalan. Dua minggu pertama saya diberi obat kebetulan belum sembuh.

Lalu saya periksa lagi ke dokter penyakit dalam yang di Wonosobo karena saat itu setiap akhir pekan sering saya pulang kampung. Dari dua minggu pertama kemudian masuk dua minggu kedua yang juga belum sembuh.

Karena masih sering kambuh, kebetulan istri bertanya, “kok batuknya seperti itu mas, apa karena bronkitis?” “ya memang bronkitis,” jawab saya.  Kemudian ditawari istri saya untuk dibuatkan jamu (ramuan). Dia menggunakan bunga sepatu, konon katanya bisa membantu meredakan batuk semacam bronkitis.

Bagaimana cara meramu dan konsumsinya?

Jadi kita ambil dua buah bunga sepatu yang sudah mekar. Setelah dicuci bersih kemudian direbus dengan air dua gelas hingga menjadi satu gelas berwarna merah.

Dan satu gelas itu dibuat untuk sekali minum tanpa campuran bahan apa pun. Saya sendiri minum sehari dua kali, pagi sebelum berangkat bekerja, dan malam ketika hendak tidur.

Reaksi apa yang anda rasakan setelah konsumsi ramuan tersebut?

Alhamdulillah terasa sekali bedanya, dua tiga hari batuk berat yang saya alami mulai surut.  Dalam jangka satu minggu Alhamdulillah sembuh sampai saat ini.