Tiongkok Janjikan Fasilitas bagi Wirausahawan dan Lulusan Baru

  • Whatsapp
© The Economist
Lulusan baru di Tiongkok mendapat subsidi pemerintah/Foto: ©The Economist

Barisan.co – Pertumbuhan ekonomi negara Tiongkok tak luput dari penurunan semenjak Covid-19. Apalagi negara yang dipimpin oleh Xi Jinping adalah negara pertama yang mendapatkan teror virus Covid-19. Saat ini juga masih mengancam fundamental perekonomian negara di berbagai belahan dunia.

Tak sedikit perusahaan baik besar maupun kecil bahkan usaha-usaha ekonomi kreatif yang terimbas. Tak sedikit pula yang bangkrut akibat adanya lockdown untuk penyelamatan persebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari Bloomberg.com, pertemuan dewan negara-negara yang diketuai oleh Perdana Menteri Li Keqiang berjanji untuk optimal mendukung pertumbuhan sektor ketenagakerjaan, Rabu (7/23/2020). Termasuk untuk pekerjaan yang bersifat paruh waktu.

Pemerintah Tiongkok juga akan memberikan subsidi, pinjaman, dan insentif pajak untuk mendorong kewirausahaan. Di antara kelompok-kelompok diutamakan, seperti pekerja migran serta lulusan di perguruan tinggi yang baru-baru ini menamatkan studi perkuliahannya.

Tentu pembahasan tersebut menjadi angin segar bagi para wirausahawan di Tiongkok mulai dari kelas kecil hingga menengah. Ada kesempatan bagi mereka mengembalikan usaha maupun mengamankan likuiditas usahanya. Sehingga dapat kembali survive hingga aktualisasi untuk kembali seperti sedia kala.

Li Keqiang memaparkan situasi ketenagakerjaan Tiongkok telah sangat parah. Covid-19 menutup sebagian besar perekonomian selama berbulan-bulan. Tingkat pengangguran perkotaan dalam surveinya tercatat naik di angka 6,2% pada bulan Februari, sebelum turun menjadi 5,7% pada bulan Juni. Apalagi diproyeksikan besarnya bonus demografi usia bekerja pada lulusan baru saat ini di angka 8,74 juta lulusan baru yang siap untuk memasuki dunia kerja di musim ini.

Maka dari itu, penanganan yang tepat memang harus segera dilakukan untuk menaikkan angka pertumbuhan ekonomi dan juga terkait pengentasan pengangguran yang terjadi secara masif. Pada pertemuan kabinet tersebut mendesak pemerintah daerah untuk mengurangi pembatasan penggunaan istilah pekerja paruh waktu dan terus menggenjot pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

Kementerian pendidikan Tiongkok juga menyatakan bahwa dalam aplikasinya Tiongkok akhir-akhir ini memperluas definisi dari kata “pekerja” agar dimasukkan atau ditafsirkan menjadi makna pekerjaan dari berbagai profesi yang lebih fleksibel bagi lulusan. Sehingga mereka yang berwirausaha, bekerja secara online, membuka toko, menjadi blogger, ataupun pemain e-sport, untuk bisa diklasifikasikan sebagai pekerja.


Penulis: Beta Wijaya

Editor: Ananta Damarjati

Pos terkait