Scroll untuk baca artikel
Fokus

[FOKUS] Jurus Gila Bersama, UMKM Hadapi Resesi

Redaksi
×

[FOKUS] Jurus Gila Bersama, UMKM Hadapi Resesi

Sebarkan artikel ini

Barisan.co – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), bahwa khususnya sektor mikro dan kecil sudah lama mengalami kesulitan. Apalagi adanya resesi dan terlebih krisis ekonomi. Sektor tersebut penghasilannya menurun dan bahkan tutup permanen.

Demikian ucap pelaku UMKM Sapto Widodo dalam Mimbar Virtual Barisan.co yang mengusung tema strategi UMKM hadapi resesi.

“Sepanjang ada pedaganag baru di pinggir jalan bertambah artinya ekonomi tambah buruk. Sebab sektor ekonomi ditopang sektor informal,” tuturnya.

Pelaku sektor grafis dan kuliner yang akrab dipanggil Sapto ini mengatakan, karakter UMKM itu seperti kaum profesional yakni menjual dirinya. Artinya kalau bisa bekerja artinya dapat duit. Sedangkan resesi ini sebab utamanya pandemi, problem utama kegiatan UMKM adanya pembatasan berinteraksi.

“Maka yang terjadi jelas omset menurun, belanja berkurang, dan bahkan kekurangan suplai,” lanjutnya.

Sapto memberikan solusi UMKM dapat bertahan menghadapi resesi yakni diatasi jika kita gila. Itu yang dikampanyekan pemerintah, mari kita gila bersama saja. Kita tetap di rumah biar ekonomi berjalan, ini terjadi.

Saat ini pasar tiban mulai buka kembali. Pemerintah hanya menghimbau jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan. Artinya jurusnya pemerintah mari kita gila bersama. Kalau semua semua berani nekat bersama.

“Inilah gaya-gaya kaki lima. Orang-orang kaki lima, ada tempat startegis dimanfaatkan untuk berjualan. Jika ada preman diatasi dan kalau Satpol PP datang tinggal dihindari.

Sementara itu, Ekonom Universitas Negeri Surakarta (UNS) Lukman Hakim Hasan mengatakan paradigma lama UMKM dianggap sebagai katup pengaman ekonomi. Masyarakat tekena imbas Pandemi Covid-19 mulai dari PHK dan penurunan pendapatan hingga.

“UMKM dalam situasi krisis ekonomi. Maka paradigma lama UMKM sebagai by accident menuju paradigma baru bahwa UMKM sebagai by desingn.”

Lukman menyampaikan bahwa seharusnya UMKM dibina sejak kecil, menjadi menengah hingga besar harus disiapkan.

Penulis: Lukni