Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Konsumsi Suplemen Vitamin Setiap Hari, Amankah?

Redaksi
×

Konsumsi Suplemen Vitamin Setiap Hari, Amankah?

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Pandemi menyebabkan kepanikan bagi sebagian orang. Agar tidak terinfeksi Covid-19, mereka seolah membuat benteng pertahanan yang begitu ketat.

Di awal pandemi, sempat viral seorang perempuan yang berbelanja menggunakan baju hazmat lengkap dengan kacamata, masker N-95 dan sarung tangan. Padahal saat itu, tenaga kesehatan Indonesia sedang kekurangan Alat Pelindung Diri (APD).

Akar – akar rimpang seperti jahe, kunyit dan temulawak habis di pasaran. Kalaupun tersedia harganya mahal sekali. Begitu juga dengan masker dan suplemen vitamin, stoknya kian langka.

Setelah satu tahun pandemi, fenomena tersebut sudah tidak terjadi lagi. Tapi suplemen vitamin bak jamur di musim hujan. Makin marak dijual di pasaran. Kita bisa lihat bagaimana stasiun televisi menyiarkan berbagai iklan suplemen vitamin, yang katanya bisa meningkatkan imunitas, setiap hari.

Dan ada saja orang yang tergiur, bahkan mengonsumsinya secara rutin. Padahal tanpa pengawasan dokter. Lantas amankah jika kita mengonsumsi suplemen vitamin setiap hari?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan ginjal – hipertensi Mayapada Hospital Tangerang (MHTG) dr. Ratna Soewarni, Sp.PD-KGH mengatakan mengonsumsi vitamin setiap hari boleh saja, asalkan tidak lebih dari dosis.

Misalnya konsumsi vitamin C pada orang sehat, tidak disarankan lebih dari dua gram setiap harinya. Konsumsi vitamin C lebih dari dosis dan berkepanjangan menyebabkan masalah pencernaan.

“Vitamin C itu kan asam, bisa menimbulkan sakit mag. Dan yang sudah menderita mag akan memperburuk kondisi,” katanya pada Health Talk (Bincang Kesehatan) yang disiarkan di YouTube Mayapada Hospital, Jum’at (12/3/2021).

Bagi orang yang memiliki riwayat penyakit kencing batu juga sebaiknya tidak konsumsi vitamin berlebihan dan dalam jangka waktu lama. Sebab vitamin memicu produksi asam oksalat pada saluran kencing.

Kalsium oksalat yang jumlahnya terlalu banyak, akan mengendap dan mengkristal. Kristal itu disebut batu ginjal.

“Konsumsi vitamin terus menerus bisa menimbulkan batu lagi. Kalaupun harus konsumsi coba minum lebih banyak lagi,” ucapnya.

Begitu juga dengan vitamin D. Vitamin ini terikat dalam lemak dan tak larut dalam air. Sangat berbahaya jika dikonsumsi dengan dosis tinggi karena bisa mengendap dalam tubuh. Bukannya menyehatkan malah bisa jadi toksin.

Sebenarnya, kita tak perlu konsumsi suplemen. Dengan konsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna saja, kebutuhan vitamin bisa terpenuhi. “Vitamin bisa diperoleh dari makanan sehari – hari yang berwarna. Ada dalam makanan sehat dan bergizi yakni sayur-sayuran dan buah-buahan,” jelas dr. Ratna.

Bahkan menurut dr. Ratna, sampai saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan suplemen vitamin bisa memberi perlindungan. Vitamin yang terbaik dan aman dikonsumsi tetap dari makanan alami. []