Scroll untuk baca artikel
Ekonopedia

Memahami Angka Kemiskinan di Indonesia [Bagian Dua]

Redaksi
×

Memahami Angka Kemiskinan di Indonesia [Bagian Dua]

Sebarkan artikel ini

Barisan.co – BPS mengukur kemiskinan dengan menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Batas kemampuan itu direpresentasikan oleh Garis Kemiskinan (GK). GK nasional pada Maret 2020 sebesar Rp454.652 per kapita per bulan. GK daerah perkotaan sebesar Rp 471.882, dan GK daerah perdesaan sebesar Rp 433.281.

Oleh karena secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia pada Maret 2020 memiliki 4,66 orang anggota. Dapat dikatakan bahwa Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.118.678 per rumah tangga miskin per bulan.

Secara teoritis, BPS menentukan Garis Kemiskinan terlebih dahulu, baru kemudian menghitung jumlah penduduk yang berada di bawah dan di atasnya. Dalam praktiknya, pengumpulan data dilakukan secara relatif bersamaan. Hanya urutan pengolahan disesuaikan kerangka teoritis.

Sumber data utama yang dipakai adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Modul Konsumsi dan Kor yang dilaksanakan pada bulan Maret juga. Dipakai pula hasil Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar (SPKKD), untuk memprakirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok nonmakanan.

Garis Kemiskinan berubah sesuai data Susenas waktu bersangkutan. Nilainya sejauh ini selalu meningkat. Terutama karena terjadinya inflasi pada “komoditas pengukur kemiskinan”, serta faktor perubahan pola konsumsi. Sebelum tahun 2007, hanya ada informasi data GK perkotaan dan GK perdesaan.


Garis Kemiskinan

Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari dua komponen, yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM). GKM adalah jumlah nilai pengeluaran dari 52 komoditi dasar makanan yang riil dikonsumsi penduduk referensi yang kemudian disetarakan dengan 2100 kilokalori per kapita per hari. GKM nasional pada Maret 2020 sebesar Rp335.793 per kapita per bulan.

GKNM adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar nonmakanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di perdesaan. GNKM pada Maret 2020 sebesar Rp118.859 per kapita per bulan.


Garis Kemiskinan

Kekeliruan dalam perbincangan publik tentang hal ini terutama bersumber dari kekurangtahuan tentang beberapa aspek GK. Lima hal paling sering menimbulkan kesalahpahaman. Pertama, tentang GK yang berubah atau tepatnya makin tinggi, sehingga diskusi memakai ukuran dari waktu yang lampau. Kedua, kadang kurang disadari bahwa ukuran tersebut adalah per kapita atau perorangan. Sementara ilustrasi diskusi mengarah pada kehidupan keluarga miskin.

Ketiga, ada perbedaan GK antarprovinsi yang dirinci atas wilayah perkotaan dan perdesaannya. Kelima, basis data perhitungan BPS merupakan besaran pengeluaran, bukan pendapatan penduduk.

Bagaimanapun, data Garis Kemiskinan berguna untuk analisis dan rekomendasi kebijakan. Masih dapat dipakai untuk melihat berbagai kecenderungan umum dalam perkembangan kemiskinan.


Seri tulisan Kemiskinan lainnya:
Bagian Satu
Bagian Tiga
Bagian Empat
Bagian Lima
Bagian Enam
Bagian Tujuh

Kontributor: Awalil Rizky

Editor: Ananta Damarjati