Jadi ketika mencoba mempraktikan kitab karya Ibnu Awwam ini tentu dalam skala besar akan berhadapan langsung dengan pemerintah. Sebab pemerintah adalah pemasok pupuk kimia terbesar saat ini, dengan tawaran pupuk subsidi untuk petani.
Kitab Al-Filaha tidak sepenuhnya berbicara pertanian, namun ada sedikit bab yang membahas peternakan. Sebab perternakan menjadi sentral dari kebutuhan pertanian organi yang disampaikan Ibnu Awwam.
Kitab Al-Filaha berisi 34 bab, 30 bab Ibnu Awwam berbicara tentang pertanian. Sedangkan sisanya atau 4 bab ia membahas peternakan.
Pada bab-bab awal Kitab Al-Filaha menjelaskan betapa pentingnya mengetahui pengetahuan tentang tanah. Yakni bagaimana menilai tanah yang berkualitas tan dan cara memperbaiki tanah yang telah rusak.
Dilanjutkan pembahasan tentang pupuk, tentu saja pupuk organik yakni pupuk kandang atau kompos. Dalam bab pupuk ini Ibnu Awwam sangat rinci bagaimana mempersiapkan pupuk yang baik.
Persoalan air di bahas pada bab 3, sebab air adalah sumber kehidupan. Ibnu Awwam memberikan pengetahuan tentang jenis dan sumber air yang berkualitas. Lalu bagaimana membangun sumur untuk perairan pertanian dan mempersiapkan dan meratakan tanah serta air untuk irigasi.
Itulah tiga bab utama kitab Al-Filaha karya Ibnu Awwam. Jika menilik kitab Al-Filaha Ibnu Awwam ini seharunya para petani adalah orang yang kaya dan orang yang banyak sedekahnya.
Sebab setiap yang ia tanam, misalnya padi ia telah bersedekah kepada burung-burung yang mencari makan.